Bungie, studio milik Sony, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan perilisan konten baru untuk Destiny 2 secara bertahap mulai Juni 2025. Fokus pengembangan kini dialihkan ke proyek-proyek baru, termasuk game tembak-menembak Marathon dan sejumlah judul lain yang masih dalam tahap inkubasi. Kabar ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas, termasuk dari sesama pengembang game live-service.
Reaksi Keras dari Sesama Pengembang Game Live-Service
"Tidak ada skenario di mana keputusan itu masuk akal," ujar Rebecca Ford dalam wawancaranya. "Kamu tidak bisa begitu saja mengakhiri salah satu fenomena terbesar yang pernah menghantam industri game dalam 10 tahun terakhir."
Ford menuding faktor bisnis sebagai dalang di balik keputusan ini. "Kamu sudah melihat sisi bisnis menjadi suara paling dominan di ruangan sejak lama. Hanya saja, kali ini rasa sakitnya belum pernah sebesar ini bagi banyak orang di niche genre kami. Ini tak terpikirkan," tambahnya.
Warisan Bungie yang Tak Terhapuskan
Dalam unggahan di media sosial, Ford menekankan bahwa Warframe tidak akan ada tanpa warisan game-game Bungie. "Destiny dulu dan sekarang adalah kekuatan alam, dicintai dan dipegang oleh begitu banyak orang yang, untuk sesaat, menjadi bagian dari hal terbesar di dunia game. Lalu datanglah kata-kata yang diringkas secara kasar: 'Tamat'," tulis Ford.
Pengakuan ini datang dari pengembang yang game-nya, Warframe, justru masih bertahan dan terus berkembang sebagai salah satu live-service tertua di industri. Pernyataan Ford menyoroti ironi di mana model bisnis yang sama justru menghidupkan satu game dan mematikan game lainnya.
Nasib Destiny 2 dan Masa Depan Bungie
Penting untuk dicatat bahwa Destiny 2 tidak akan mati total atau menjadi bagian dari kuburan live-service. Server game akan tetap berjalan, dan pemain masih bisa mengakses semua konten yang sudah ada. Namun, tidak akan ada lagi ekspansi besar, season pass, atau event baru setelah Juni mendatang.
Bungie saat ini dilaporkan akan menghadapi gelombang PHK "signifikan" dalam waktu dekat. Sementara itu, para penggemar masih mendambakan Destiny 3, namun laporan internal menyebutkan bahwa meskipun ada staf yang mengajukan proposal proyek baru Destiny, belum ada satu pun yang mendapat lampu hijau dari manajemen. Fokus utama studio kini sepenuhnya tertuju pada Marathon dan pengembangan game-game baru yang belum diumumkan.