Pencarian

Acer Predator Atlas 8 Resmi Diperkenalkan, Bawa Chip Intel G-Series Baru dan Baterai Raksasa 80 Wh

Jumat, 29 Mei 2026 • 20:30:20 WIB
Acer Predator Atlas 8 Resmi Diperkenalkan, Bawa Chip Intel G-Series Baru dan Baterai Raksasa 80 Wh
Acer resmi meluncurkan Predator Atlas 8 dengan chip Intel G-Series terbaru dan baterai hingga 80 Wh.

Produsen PC asal Taiwan itu mengumumkan Predator Atlas 8 dalam sebuah acara virtual, kemarin. Perangkat ini menjadi salah satu handheld pertama yang memanfaatkan chip Intel Panther Lake yang baru dirilis, khusus varian Arc G3 dan G3 Extreme untuk perangkat genggam. Langkah ini menempatkan Acer bersaing langsung dengan MSI Claw dan Asus ROG Ally X di segmen yang sama.

Desain Mirip Legion Go S, Baterai Jadi Pembeda Utama

Sekilas, Predator Atlas 8 memiliki bentuk yang sangat mirip dengan Lenovo Legion Go S. Menurut pengamatan awal, desain ergonomisnya nyaris identik, termasuk ukuran dan tata letak tombol. Hal ini bukanlah kelemahan, mengingat Legion Go S dikenal nyaman digenggam untuk sesi bermain panjang.

Perbedaan paling mencolok justru ada di sektor baterai. Acer membekali handheld ini dengan dua opsi baterai: 60 Wh dan 80 Wh. Varian dengan baterai 80 Wh disebut mampu menyamai ketahanan Asus ROG Ally X, yang selama ini menjadi tolok ukur daya tahan di kelasnya. Jim Johnson, SVP dan GM Acer, secara spesifik menyebut perangkat ini memiliki "masa pakai baterai yang luar biasa."

Layar Tajam, Bobot Jadi Konsekuensi

Layar Predator Atlas 8 berukuran 8 inci dengan resolusi 1900 x 1200 piksel, mendukung refresh rate 120 Hz, VRR, dan kecerahan puncak 500 nits. Spesifikasi ini persis sama dengan Legion Go S, yang dinilai hampir sempurna untuk handheld kecuali ketiadaan panel OLED. Untuk urusan performa visual, Acer jelas tidak mau ambil risiko.

Namun, konsekuensi dari baterai besar adalah bobot. Versi dengan baterai 60 Wh memiliki berat di bawah 770 gram, sementara varian 80 Wh menyentuh angka di bawah 810 gram. Sebagai perbandingan, Asus ROG Ally X yang juga punya baterai 80 Wh hanya berbobot 715 gram. Acer mengandalkan kipas 'AeroBlade' berbahan logam—yang diklaim sebagai kipas logam pertama di handheld—untuk meningkatkan aliran udara hingga 10 persen lebih baik ketimbang kipas plastik.

RAM 24 GB Jadi Batasan, Performa Chip Masih Misteri

Dari sisi memori, Acer membatasi RAM maksimal di angka 24 GB, bukan 32 GB seperti banyak kompetitor. Keputusan ini cukup krusial karena pada arsitektur handheld, memori digunakan bersama antara sistem dan GPU. Meski demikian, 24 GB dinilai masih lebih dari cukup untuk gaming handheld saat ini. Penyimpanan internal maksimal yang ditawarkan adalah 1 TB.

Keunggulan utama perangkat ini sebenarnya bertumpu pada chip Intel Arc G-Series anyar. Namun, pengujian awal terhadap chip Panther Lake menunjukkan efisiensi baterai yang hampir setara dengan generasi sebelumnya, Lunar Lake. Artinya, klaim "baterai luar biasa" dari Acer masih perlu dibuktikan lewat pengujian independen.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia Belum Ada Kepastian

Hingga saat ini, Acer belum mengumumkan harga resmi Predator Atlas 8. Perusahaan hanya menyatakan bahwa perangkat akan tersedia di Amerika Utara, Eropa, dan Australia mulai Oktober 2026. Belum ada informasi apakah Indonesia termasuk dalam jadwal distribusi gelombang pertama.

Dengan segala spesifikasi yang ditawarkan, Predator Atlas 8 tampak seperti Legion Go S yang lebih bertenaga dan lebih berat, dengan tambahan software Windows/Xbox terbaru serta chip Intel anyar. Semua akan bergantung pada seberapa baik performa chip tersebut saat benar-benar diuji di tangan konsumen.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks