TANJUNGPINANG — Ribuan bibit pohon dari berbagai jenis kini menghuni area kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Dompak. Dari tanaman produktif seperti mangga, alpukat, dan durian, hingga tanaman pelindung seperti mahoni, ketapang, dan tabebuya, semuanya ditanam dalam satu hari untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kegiatan ini digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH bersama Forum LPPM BKS PTN-Barat. Sebanyak 50 pohon pinang ditanam sebagai simbol kearifan lokal, 25 pohon buah-buahan, dan 200 bibit pohon konservasi. Dukungan terbesar datang dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang yang menyumbang hampir 1.000 bibit.
Mengapa Pinang Jadi Ikon Penghijauan di Kampus Maritim?
Pohon pinang dipilih bukan tanpa alasan. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan UMRAH, Dr. Tengku Said Raza’i, menyebut bahwa pemilihan jenis pohon ini merepresentasikan identitas lokal Kepulauan Riau. “Kita harus menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan sebagai sesama makhluk hidup. Semoga UMRAH dapat menjadi pilot project dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup,” ujarnya dalam sambutan di Galeri Tamadun Maritim.
Nature-based Solutions: Benteng Alami untuk Wilayah Pesisir
Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future”. Menurutnya, penanaman pohon di kawasan pesisir Dompak merupakan langkah strategis untuk membangun benteng alami. “Melalui penghijauan ini, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, pohon-pohon yang ditanam mampu menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, dan meningkatkan ketahanan ekosistem kepulauan terhadap cuaca ekstrem. Langkah ini sekaligus mengimplementasikan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
20 Tahun Lagi, Kampus Ini Akan Sejuk
Wahyudin optimistis aksi ini akan membawa perubahan besar dalam dua dekade ke depan. “Saya yakin 20 tahun mendatang kampus UMRAH ini akan menjadi sejuk,” ungkapnya. Kegiatan penanaman dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Maritim dan Resiliensi Kepulauan (CMEAR) bersama Pusat Penelitian Sustainable Development Goals (SDG’s) UMRAH.
Aksi ini melibatkan pimpinan universitas, fakultas, sivitas akademika Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FIKP, Program Studi Biologi FKIP, alumni Magister Ilmu Lingkungan (MIL), hingga instansi pemerintah daerah dan vertikal. Melalui semangat #NowForClimate, UMRAH berharap gerakan ini menjadi warisan hijau yang bermanfaat bagi generasi mendatang.