NATUNA — Sebanyak 43 orang yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik SD IT Ranai mendapat pengawalan dan pelatihan langsung dari personel Kantor SAR Natuna saat mengikuti kegiatan Rihlah Tarbiyah di Pantai Cemaga. Dalam kegiatan yang dikemas sebagai rekreasi belajar di alam itu, petugas tidak hanya mengawasi aktivitas di air, tetapi juga mengampanyekan metode penyelamatan darurat.
Bekal Penting di Wilayah Kepulauan
Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan bahwa posisi geografis Natuna yang dikelilingi laut membuat edukasi semacam ini menjadi kebutuhan mendesak. "Pengetahuan akan jadi penolong bagi semua pihak," ujarnya di Natuna, Ahad.
Personel hadir dengan pakaian dan peralatan lengkap untuk memastikan keamanan para siswa yang bermain di pantai. Mereka juga mengajarkan cara meminimalkan risiko kecelakaan di air serta teknik menjadi penolong saat melihat kecelakaan di laut.
Jangan Langsung Terjun ke Air
Satu pesan utama yang ditekankan dalam sesi edukasi adalah pentingnya tetap tenang saat menolong orang tenggelam. Abdul Rahman menjelaskan, korban tenggelam biasanya dalam kondisi panik sehingga berpotensi menarik orang di sekitarnya. "Kondisi ini dapat membahayakan penolong dan menyebabkan keduanya tenggelam," katanya.
Jika korban berada dekat tepian, penolong disarankan menggunakan kayu, tongkat, atau benda lain yang bisa dijangkau korban untuk membantunya ke area dangkal. Sementara untuk korban yang lebih jauh, petugas mengajarkan cara melemparkan pelampung atau benda yang bisa membantu korban tetap mengapung.
"Jika tersedia perahu kano atau rakit, dekati korban menggunakan alat tersebut untuk melakukan evakuasi dengan lebih aman," ujar Abdul Rahman.
Terbuka untuk Sekolah dan Instansi Lain
Kantor SAR Natuna menyatakan siap memberikan sosialisasi dan pelatihan serupa bagi sekolah, organisasi, maupun instansi di dua wilayah terdepan Indonesia bagian utara, yakni Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Program ini mencakup edukasi keselamatan, pencarian, pertolongan, hingga pelatihan SAR dasar.
Kegiatan Rihlah Tarbiyah sendiri merupakan agenda rutin SD IT Ranai yang mengombinasikan rekreasi kelompok dengan nilai-nilai ibadah dan pembelajaran di alam terbuka. Keterlibatan SAR dalam kegiatan ini merupakan respons atas permintaan sekolah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan siswa selama beraktivitas di pantai.