BATAM — Proyek penataan Taman Gurindam 12 di pusat Kota Batam resmi dimulai. Langkah ini memaksa ratusan pedagang UMKM yang biasa berjualan di kawasan Tepi Laut untuk menempati lokasi penampungan sementara.
Pemkot Siapkan Lokasi Penampungan untuk 249 Pedagang
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Ria, menyebutkan bahwa sebanyak 249 pedagang akan direlokasi. Mereka adalah pelaku UMKM yang selama ini menggelar dagangan di trotoar dan area sekitar Tepi Laut.
“Kami sudah menyiapkan lokasi penampungan sementara agar aktivitas ekonomi mereka tidak terhenti total selama proyek berjalan,” ujar Gustian.
Mengapa Penataan Ini Mendadak?
Proyek revitalisasi Taman Gurindam 12 merupakan bagian dari program penataan wajah kota Batam. Kawasan tersebut selama ini dikenal semrawut akibat banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di luar area yang ditentukan.
Pemerintah kota ingin mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman bagi warga. Namun, dampaknya langsung dirasakan oleh para pedagang yang menggantungkan pendapatan harian dari lokasi tersebut.
Skema Relokasi: Sementara, Bukan Permanen
Pemkot Batam menegaskan bahwa pemindahan ini bersifat sementara. Pedagang akan kembali ke lokasi semula setelah proses penataan rampung. Belum ada kepastian waktu pasti kapan proyek ini akan selesai.
Gustian menambahkan, Disperindag akan terus berkoordinasi dengan para pedagang untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar. “Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Semua sudah melalui musyawarah,” katanya.
Apa yang Akan Berubah di Taman Gurindam 12?
Penataan ini mencakup perbaikan trotoar, penambahan fasilitas taman, dan penertiban area jualan. Tujuannya menciptakan kawasan yang lebih tertib, bersih, dan representatif sebagai ikon baru Kota Batam.
Namun, di sisi lain, para pedagang mengaku khawatir omzet mereka akan turun drastis selama masa penampungan. Lokasi sementara dinilai kurang strategis dibandingkan Tepi Laut yang ramai pengunjung.
Seorang pedagang, Siti (42), mengaku pasrah. “Yang penting kami tetap bisa jualan. Tapi kalau tempatnya sepi, ya berat,” ujarnya.