TANJUNGPINANG — Ratusan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau mendapat kesempatan mengunjungi Pulau Penyengat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan. Destinasi bersejarah itu menjadi lokasi city tour yang ditaja oleh Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang pada 9 Juli 2026.
Pulau Kecil dengan Jejak Peradaban Melayu
Pulau Penyengat atau dikenal pula sebagai Pulau Penyengat Inderasakti merupakan pusat peradaban Melayu di Kepulauan Riau. Pulau ini menyimpan jejak penting perkembangan Islam, sastra, dan kebudayaan Melayu.
Berjarak sekitar 1,8 kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang, pulau ini memiliki panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter. Sekitar 2.500 jiwa mendiami pulau kecil ini. Perjalanan menuju lokasi bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit menggunakan perahu motor atau pompong dari pusat kota.
Masjid Bersejarah Jadi Tujuan Utama
Salah satu cagar budaya yang menjadi destinasi utama kunjungan adalah masjid yang dibangun pada tahun 1803. Bangunan ini terkenal dengan arsitektur uniknya yang memadukan gaya Melayu dan menjadi simbol keislaman di wilayah tersebut.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kepulauan Anambas, Yandri Yanto, menyampaikan bahwa city tour ini diharapkan memberikan pengalaman edukasi sekaligus wisata religi bagi para kafilah.
City Tour Jadi Penutup Rangkaian MTQ
“Selain mengikuti perlombaan, para kafilah juga diperkenalkan dengan sejarah dan nilai-nilai budaya Melayu di Kepulauan Riau. Ini menjadi bagian dari pembinaan dan wawasan keislaman para peserta,” ujar Yandri Yanto dalam keterangannya.
Kegiatan city tour ini menjadi agenda pamungkas dari rangkaian MTQ ke-XII Tingkat Provinsi Kepri yang berlangsung di Kota Tanjungpinang. Para kafilah dari Kabupaten Kepulauan Anambas mengikuti seluruh rangkaian pertandingan sebelum akhirnya diajak menelusuri jejak sejarah di Pulau Penyengat.