KARIMUN — Dominasi Kota Batam di cabang tenis lapangan POPDA Kepri tak terbendung. Kontingen ibu kota provinsi itu mengoleksi total sembilan medali, terdiri dari 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu, sekaligus mengukuhkan posisi sebagai kontingen terbaik dalam ajang dua tahunan yang berlangsung 2–8 Juli 2026 tersebut.
Khansa Faiqah: Emas Tunggal dan Ganda Putri
Dua medali emas Batam seluruhnya dipersembahkan oleh satu nama: Khansa Faiqah Anindita. Atlet berbakat ini sukses di nomor tunggal putri, lalu kembali naik ke podium tertinggi pada nomor ganda putri bersama pasangannya, Abigail.
Performa konsisten Khansa menjadi motor utama perolehan poin Batam di klasemen akhir. Ia mampu melewati tekanan di partai final yang berlangsung ketat dan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat olahraga daerah.
Final Meriah, Disaksikan Pejabat dan Insan Olahraga
Partai puncak turnamen berlangsung meriah. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Ketua KONI Tanjung Balai Karimun, serta Ketua PELTI Kota Batam turut hadir dan menyerahkan medali kepada para juara.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan perhatian serius terhadap pembinaan olahraga pelajar di Kepri. POPDA menjadi ajang strategis untuk menjaring bibit atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota.
Harapan Melahirkan Atlet Nasional dari Kepri
Panitia penyelenggara berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet tenis terbaik yang kelak mengharumkan nama Batam dan Kepri di level nasional hingga internasional. “Melalui turnamen ini kami berharap dapat melahirkan atlet-atlet tenis terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar panitia.
Selain sebagai ajang kompetisi, POPDA Kepri X 2026 juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar pelajar, atlet, pelatih, dan pecinta tenis dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Motivasi bagi Atlet Muda Batam
Keberhasilan Batam menjadi juara umum diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus meningkatkan prestasi. Dengan berakhirnya pertandingan tenis lapangan di POPDA Kepri X, optimisme tumbuh bahwa semakin banyak atlet muda potensial yang mampu menembus level nasional dan menjadi generasi penerus olahraga tenis di Kepulauan Riau.