KEPULAUAN RIAU — Kenaikan produksi emas MDKA tidak lepas dari operasi perdana PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Sebelumnya, produksi MDKA hanya bertumpu pada Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dioperasikan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI).
"Capaian ini naik sebesar 5% dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2025 karena didukung oleh kontribusi produksi perdana dari Tambang Emas Pani," ujar Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).
Margin Tambang Emas Tujuh Bukit Tembus USD 4.156 per Ons
Tambang Tujuh Bukit masih menjadi andalan dengan catatan harga jual rata-rata emas mencapai USD 4.841 per ounce. Biaya kas produksi, termasuk royalti dan kredit perak, tercatat hanya USD 685 per ounce. Artinya, margin tunai yang diperoleh dari tambang ini mencapai USD 4.156 per ounce.
Albert menyebutkan, awal tahun 2026 menjadi periode yang kuat bagi perseroan. Selain harga emas yang tinggi, volume penjualan limonit dan margin nikel ikut menguat. Kontribusi penjualan perdana dari Tambang Emas Pani juga menjadi pendorong utama.
"Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio Perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami yang berkelanjutan pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel, dan tembaga," jelas Albert.
Emas Sumbang EBITDA Terbesar, Disusul Nikel dan Tembaga
Sepanjang kuartal I 2026, emas menjadi kontributor terbesar terhadap laba kotor MDKA (EBITDA) dengan nilai USD 89 juta. Disusul produk Nickel Pig Iron (NPI) yang menyumbang USD 67 juta, limonit USD 48 juta, High-Grade Nickel Matte (HGNM) USD 25 juta, dan tembaga USD 19 juta.
Ragam kontribusi dari berbagai komoditas ini menunjukkan kemampuan MDKA memanfaatkan lonjakan harga di pasar global. Portofolio logam yang terdiversifikasi membuat perusahaan tidak bergantung pada satu jenis produk saja.
Dengan tambang baru di Gorontalo yang mulai berproduksi, MDKA diproyeksikan mampu mempertahankan tren pertumbuhan sepanjang tahun ini. Ekspansi di sektor emas, nikel, dan tembaga masih menjadi fokus utama perseroan ke depan.