KEPULAUAN RIAU — Keputusan manajemen Macan Kemayoran untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan Riko Simanjuntak menandai akhir dari era panjang sang winger di Jakarta. Pemain 32 tahun itu telah menjadi bagian dari Persija sejak musim 2018 dan langsung menjadi pilar utama tim.
Kontribusi Riko: 12 Gol dan 67 Assist dalam 207 Laga
Selama delapan musim membela Persija, Riko mencatatkan statistik yang sulit ditandingi. Dari 207 penampilan di semua ajang—kompetisi nasional, turnamen pramusim, hingga ajang internasional—ia mengemas 12 gol dan 67 assist.
Bersama Persija, Riko mengoleksi empat gelar bergengsi: juara Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, Boost Fix Super Cup 2018, dan Piala Menpora 2021. Namun, dalam 1,5 musim terakhir, ia sempat dipinjamkan ke PSS Sleman dan berhasil membantu tim Elang Jawa kembali ke kasta tertinggi.
Alfriyanto Nico Ikut Dilepas Setelah 55 Penampilan
Selain Riko, Persija juga melepas Alfriyanto Nico. Pemain berusia 23 tahun itu merupakan salah satu debutan di Liga 1 2021/2022 dan sempat menjadi harapan baru di lini depan. Selama berseragam Persija, Nico mencatatkan 55 penampilan dengan koleksi empat gol dan dua assist.
Dampak Pembersihan Skuad bagi Persija
Keputusan melepas 11 pemain dalam satu bursa transfer menunjukkan ambisi manajemen untuk merombak total komposisi tim. Langkah ini biasanya dilakukan untuk menyegarkan ruang ganti dan menyesuaikan dengan kebutuhan taktik pelatih anyar di musim depan.
Kehilangan Riko, yang merupakan pemain dengan assist terbanyak di era modern Persija, tentu meninggalkan lubang besar di sisi sayap. Namun, dengan bergulirnya Super League 2026/2027 yang akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan, Persija masih memiliki waktu untuk berburu pengganti di bursa transfer.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Riko Simanjuntak maupun Alfriyanto Nico mengenai klub tujuan mereka selanjutnya. Keduanya kini berstatus bebas transfer dan bisa bernegosiasi dengan klub mana pun.