KEPULAUAN RIAU — Selisih 53 poin jadi bukti dominasi mutlak ITHB sejak kuarter pertama. Mereka langsung tancap gas dan menutup kuarter pembuka dengan keunggulan 17-8. Agresivitas Arrows membuat Unmul tak berkutik, terutama saat pertahanan ITHB mulai bekerja di kuarter kedua.
Pertahanan Baja di Kuarter Kedua, Unmul Cuma Cetak 1 Angka
Di kuarter kedua, permainan ITHB semakin sulit dihentikan. Mereka tidak hanya produktif mencetak 18 poin, tetapi juga menerapkan pertahanan ketat yang membuat Unmul kehilangan ritme. Hasilnya, wakil dari Samarinda itu hanya mampu membukukan satu angka sepanjang 10 menit kedua.
Keunggulan melebar jadi 35-9 saat jeda. Kepercayaan diri ITHB melesat, dan mereka tak memberi ampun setelah turun minum.
Efektivitas Serangan di Kuarter Ketiga, Vaico dan Raisha Jadi Motor
ITHB kembali menunjukkan keganasan di kuarter ketiga dengan menorehkan 21 poin. Sementara Unmul hanya mampu membalas tiga angka. Agresivitas dan rotasi pemain yang baik membuat Arrows terus mendikte tempo pertandingan.
Vaico Arthasa Milga menjadi bintang dengan torehan 13 poin, terbanyak di laga ini. Muhammad Raisha juga tampil impresif dengan sumbangan 12 poin. Keduanya menjadi motor serangan yang merepotkan pertahanan Unmul sepanjang laga.
Dominasi Penuh Hingga Peluit Akhir
Memasuki kuarter keempat, ITHB tak menurunkan intensitas. Mereka konsisten menjaga keunggulan dan menutup pertandingan dengan skor telak 70-17. Rotasi pemain berjalan mulus, memastikan tak ada celah bagi Unmul untuk bangkit.
Di kubu Unmul, Federikco Abromovic menjadi pencetak poin terbanyak dengan sembilan angka. Ivan Arsenius Sianipar menambahkan empat poin, namun itu tak cukup untuk mengejar ketertinggalan yang sudah terlampau jauh.