NATUNA — Suara tabuhan dan warna-warni pakaian adat memenuhi halaman Gedung Serba Guna Desa Tapau sejak pagi. Ratusan warga dari berbagai usia tumpah ruwah menyaksikan barisan peserta pawai yang membawa pesan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang hidup.
Kemeriahan berlanjut dalam prosesi Grebek Gunungan, tradisi syukuran yang sarat makna. Gunungan berisi hasil bumi dan simbol kemakmuran menjadi lambang rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diterima. Tradisi ini juga menggambarkan eratnya hubungan sosial antarwarga yang menjadi kekuatan utama kehidupan desa.
Pencak Silat PSHT dan Filosofi Persaudaraan
Di tengah suasana penuh kehangatan, penampilan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) turut memikat perhatian. Gerakan tegas dan penuh filosofi itu menjadi pengingat bahwa budaya tidak hanya hadir dalam upacara adat, tetapi juga melalui seni bela diri yang mengandung nilai disiplin, persaudaraan, dan penghormatan terhadap tradisi.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan instansi vertikal. Hadir di antaranya Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, Kakansar Natuna Abdul Rahman, Kepala BMKG Ranai Rafael Alesandro Marbun, Ketua Lembaga Adat Melayu Natuna Wan Suhardi, serta Kepala Desa Tapau Sudiono.
Wakil Bupati: Budaya Adalah Jati Diri Daerah
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik menegaskan bahwa budaya merupakan jati diri daerah yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mencintai warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Lebih dari sekadar hiburan, pagelaran budaya juga memiliki dampak lebih luas. Nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan rasa persatuan tumbuh melalui keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Di sisi lain, kekayaan budaya yang ditampilkan berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu memperkenalkan Natuna kepada khalayak yang lebih luas.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Pawai Budaya dan Grebek Gunungan di Desa Tapau membuktikan bahwa tradisi tetap memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat modern. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, budaya tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dihidupkan sebagai sumber inspirasi untuk membangun Natuna yang harmonis, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai leluhurnya.