KEPULAUAN RIAU — Sebuah Tesla Model 3 yang melaju kencang menabrak rumah di kawasan Katy, Texas, pada bulan lalu, menewaskan Martha Avila yang sedang berada di dalam rumah. Berdasarkan dokumen pengadilan dari Kantor Sheriff Harris County, pengemudi Michael Butler menggunakan mode Full Self-Driving saat kejadian.
Kecelakaan terjadi saat Butler tengah melakukan pengiriman DoorDash. Investigasi awal menunjukkan bahwa Butler secara manual menginjak pedal gas hingga 100 persen, mengabaikan sistem pengereman otomatis mobil. Kecepatan kendaraan tercatat mencapai 73 mph (sekitar 117 km/jam) saat tabrakan terjadi.
Kronologi: Google Soal FSD dan Override Manual
Penyidik menemukan sejumlah bukti digital di ponsel Butler, termasuk riwayat pencarian Google yang mencurigakan. Beberapa kata kunci yang ditemukan antara lain "tesla fsd not aggressive enough 2026 model", "FSD is not aggressive enough for city driving", dan "tesla fsd too timid".
Ashok Elluswamy, Wakil Presiden AI Tesla, mengonfirmasi lewat unggahan di platform X bahwa "pengemudi secara manual mengabaikan self-driving dengan menekan pedal gas hingga 100 persen" dan "kecepatan mencapai 73 mph saat kecelakaan". Pernyataan ini memperkuat temuan bahwa sistem FSD tidak aktif saat tabrakan—melainkan pengemudi yang mengambil alih kendali penuh.
Tuntutan Pidana dan Gugatan Perdata
Butler kini ditahan di penjara Harris County dengan jaminan uang sebesar 150.000 dolar AS (sekitar Rp 2,4 miliar). Ia menghadapi dakwaan pembunuhan (manslaughter) yang bisa berujung hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Di sisi lain, keluarga Martha Avila telah mengajukan gugatan wrongful death ke pengadilan. Gugatan tersebut menuding Tesla bertanggung jawab atas cacat desain pada sistem Full Self-Driving, serta menuntut Butler atas kelalaiannya saat berkendara.
NHTSA Kembali Buka Investigasi Khusus
Otoritas keselamatan jalan raya nasional Amerika Serikat (NHTSA) kembali membuka penyelidikan khusus terhadap Tesla dan teknologi Full Self-Driving. Ini bukan pertama kalinya regulator menyelidiki fitur otonom milik Tesla—sebelumnya NHTSA telah meluncurkan beberapa investigasi terkait kecelakaan yang melibatkan sistem bantuan pengemudi tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun fitur self-driving terus dikembangkan, tanggung jawab pengemudi tetap menjadi faktor utama dalam keselamatan berkendara. Tesla sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan perdata maupun investigasi terbaru dari NHTSA.