Pencarian

Pemkab Natuna Dorong Penggunaan KB Spiral dan Implan, Target Tekan Angka Stunting Lewat Jarak Kelahiran Ideal

Sabtu, 27 Juni 2026 • 17:56:01 WIB
Pemkab Natuna Dorong Penggunaan KB Spiral dan Implan, Target Tekan Angka Stunting Lewat Jarak Kelahiran Ideal
Petugas kesehatan Kabupaten Natuna memasang KB spiral sebagai bagian program pengendalian penduduk.

NATUNA — Program pengendalian penduduk di Kabupaten Natuna mendapat akselerasi baru. Dinas Kesehatan setempat bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Natuna gencar mengedukasi masyarakat untuk beralih ke metode kontrasepsi yang lebih efektif dan tahan lama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, menyebutkan bahwa MKJP memiliki tingkat efektivitas hingga 99 persen dalam mencegah kehamilan. Metode ini dinilai jauh lebih unggul dibandingkan pil KB atau suntik yang memerlukan kedisiplinan tinggi dari pengguna.

Empat Jenis Kontrasepsi Jangka Panjang yang Disarankan

Hikmat merinci empat jenis MKJP yang direkomendasikan, yaitu Intrauterine Device (IUD) atau KB spiral, implan atau susuk KB, Metode Operasi Wanita (MOW/tubektomi), dan Metode Operasi Pria (MOP/vasektomi). Masa kerja alat-alat ini bervariasi, mulai dari tiga tahun hingga belasan tahun, tergantung jenis yang dipilih.

"Mengatur kehamilan itu penting untuk meminimalkan risiko stunting," ujar Hikmat dalam keterangannya, Sabtu (22/3). Ia menekankan bahwa jarak ideal antara kelahiran anak pertama dan kedua adalah tiga tahun. Rentang waktu ini memberikan kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi kesehatan dan memastikan anak mendapat gizi optimal.

Edukasi Langsung ke Pulau Terluar, Pemasangan Gratis

Ketua IBI Cabang Natuna, Firdian Fransisca, mengatakan pihaknya tidak hanya sosialisasi di puskesmas, tetapi juga terjun langsung ke daerah terpencil. Kegiatan terbaru dilakukan di Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat pada hari yang sama.

"Pemasangan gratis, dan juga bisa dilakukan di setiap Puskesmas. Di tahun ini sekitar ratusan orang yang sudah memanfaatkan MKJP," ungkap Firdian. Ia menambahkan bahwa layanan ini terbuka bagi seluruh pasangan usia subur yang ingin menunda atau mengakhiri kehamilan secara aman.

Mengapa MKJP Lebih Efektif Ketimbang KB Suntik?

Menurut Hikmat, kelemahan utama kontrasepsi jangka pendek adalah risiko kegagalan akibat kelalaian pengguna. Pengguna pil KB bisa lupa minum, sementara pengguna suntik harus kembali ke fasilitas kesehatan setiap tiga bulan. MKJP menghilangkan faktor tersebut karena sekali pasang, perlindungan berlangsung otomatis dalam waktu lama.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, termasuk MKJP yang terbukti aman, efektif, dan memberikan perlindungan dalam jangka panjang," tutup Hikmat.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks