TANJUNGPINANG — Tiga lokasi alternatif disiapkan untuk menampung pedagang yang selama ini berjualan di kawasan Gurindam 12. Pemkot Tanjungpinang memastikan relokasi berlangsung bertahap sambil terus mendengar masukan dari para pelaku UMKM.
Tiga Titik Relokasi dan Prioritas Pedagang Aktif
Wali Kota Lis Darmansyah menyebutkan, lokasi yang sudah siap antara lain Anjung Cahaya, Melayu Square, dan Tanah Merah. Pemerintah masih mengoordinasikan titik tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan pedagang.
Prioritas diberikan kepada pedagang yang benar-benar aktif berjualan. “Yang kami fasilitasi adalah pedagang yang memang berkomitmen berjualan, bukan yang memiliki lapak tetapi tidak digunakan atau disewakan kepada pihak lain,” tegas Lis, Kamis (25/6/2026).
Alasan Pemindahan: Proyek Konstruksi dan Material Bangunan
Selama pembangunan berlangsung, kawasan Gurindam 12 akan digunakan untuk aktivitas proyek, termasuk penempatan material konstruksi. Kondisi itu membuat pedagang tidak memungkinkan tetap berjualan di lokasi lama.
Pemkot juga menyediakan fasilitas pendukung berupa tenda agar aktivitas perdagangan tetap berjalan selama masa transisi. Lis menambahkan, pemerintah berkomitmen menjalankan kesepakatan yang telah dibangun bersama para pedagang.
Bantahan Soal Penggusuran
Lis membantah anggapan bahwa relokasi ini merupakan bentuk penggusuran. Menurutnya, pemerintah justru berupaya agar para pedagang tetap bisa menjalankan usaha.
“Tidak ada penggusuran. Kami berkomunikasi, mendengarkan keluhan dan masukan pedagang, lalu mencarikan solusi bersama,” ujarnya.
Rencana ke Depan: Penataan Usaha Lebih Tertib
Ke depan, Pemko bersama Pemprov Kepri akan menyusun pola penataan dan pengelolaan pedagang yang lebih tertib dan berkelanjutan. Lis mengatakan, pihaknya akan berembuk untuk meningkatkan sistem usaha para pedagang.
Proses relokasi masih menghadapi sejumlah kendala karena melibatkan banyak pihak. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan kesepakatan yang telah dibangun.