Pemerintah Kabupaten Lingga memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI untuk mengeksekusi sejumlah program kerakyatan di wilayah Bunda Tanah Melayu. Kerja sama ini menitikberatkan pada empat sektor krusial, mulai dari penguatan ekonomi pesisir hingga perbaikan infrastruktur dasar warga kurang mampu.
Fokus Pemberdayaan Pesisir dan Perbaikan Rumah Layak Huni
Dalam rencana strategis tersebut, pemberdayaan sektor nelayan dan masyarakat pesisir menjadi prioritas utama. Mengingat geografis Lingga yang didominasi lautan, intervensi BAZNAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan lokal melalui pendampingan dan bantuan modal.
Selain sektor kelautan, program ini juga menyasar pengembangan kemasan serta pemasaran produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Di sisi infrastruktur sosial, kerja sama ini mencakup pembangunan dan perbaikan tempat ibadah seperti masjid dan surau, serta program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Program bedah rumah dipandang mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup warga di pelosok Lingga. Integrasi program-program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi mustahik di daerah.
Pertemuan Strategis di Jakarta
Rencana penguatan ekonomi umat ini dibahas dalam kunjungan kerja Staf Ahli Bupati Lingga, H. Abdullah, ke Kantor Pusat BAZNAS RI di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kedatangan perwakilan Pemkab Lingga tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, bersama Wakil Ketua Dr. KH. Zainut Tauhid Saadi.
Abdullah mengapresiasi respons positif dari jajaran pimpinan BAZNAS RI terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lingga. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjemput bola program pusat.
“Kami sangat bersyukur dapat diterima dengan baik. Kehadiran program-program BAZNAS RI sangat membantu masyarakat, terutama di sektor perekonomian,” ujar Abdullah.
Survei Lapangan Dijadwalkan Juni 2026
Sebagai langkah konkret, BAZNAS RI akan mengirimkan tim teknis untuk memetakan potensi dan kebutuhan riil di lapangan. Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ & CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, direncanakan memimpin langsung tim survei ke Kabupaten Lingga pada Juni 2026.
Kunjungan tim pusat tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh bantuan yang disalurkan nantinya tepat sasaran dan sesuai dengan tipologi wilayah Lingga. Hasil survei ini akan menjadi basis data dalam menentukan titik lokasi bedah rumah serta jenis pelatihan UMKM yang paling dibutuhkan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lingga berharap sinergi ini berjalan berkelanjutan. Dengan dukungan anggaran dan pendampingan dari pusat, target penurunan angka kemiskinan di wilayah pesisir Kepulauan Riau diharapkan dapat tercapai lebih cepat.