TANJUNGPINANG — Provinsi Kepulauan Riau dinilai sebagai daerah paling ideal di Indonesia untuk pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih. Penilaian itu datang langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan meminta Pemprov Kepri menyiapkan sedikitnya 100 lokasi calon kampung nelayan sebagai bagian dari program strategis nasional.
Hal itu disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat memimpin rapat pemenuhan kelengkapan persyaratan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (18/5/2026). "Pak Menteri KKP meminta Kepri menyiapkan sedikitnya 100 calon Kampung Nelayan Merah Putih, karena beliau menilai program ini sangat potensial dikembangkan di wilayah kepulauan seperti Kepri," ujar Ansar.
Mengapa Kepri Dinilai Paling Ideal?
Sebanyak 98 persen wilayah Kepulauan Riau berupa lautan. Kondisi geografis ini membuat sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan. Menurut Ansar, program KNMP sangat tepat untuk meningkatkan taraf hidup nelayan di daerah tersebut.
"Saya meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota mendukung penuh dan menuntaskan program ini," tegas gubernur dalam rapat yang dihadiri Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura dan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni tersebut.
Target 1.269 Kampung Nelayan pada 2026
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 1.269 KNMP di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Target jangka panjangnya mencapai 5.000 kampung nelayan pada 2029. Untuk Kepri sendiri, saat ini telah terbangun tiga kampung nelayan di Batam dan satu di Natuna.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ridwan Mulyana, menyebut program ini berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. "Selain meningkatkan pendapatan nelayan, program ini juga membuka lapangan kerja dan memperluas distribusi hasil tangkapan ke berbagai daerah," ujarnya.
Syarat Lahan dan Infrastruktur Jadi Prioritas
Dalam rapat tersebut, Ansar meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan seluruh persyaratan teknis. Mulai dari legalitas lahan milik pemerintah, akses jalan, ketersediaan air bersih, hingga jaringan listrik. Dari total 100 lokasi yang disiapkan, 32 di antaranya sudah dinyatakan memenuhi syarat.
Seluruh bupati dan wali kota se-Kepri mengikuti rapat secara virtual. Mereka diminta mempercepat validasi data dan kelengkapan administrasi agar target pembangunan tahun 2026 bisa terealisasi penuh.
Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, program Kampung Nelayan Merah Putih diyakini akan menjadi lompatan besar bagi kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir di Kepulauan Riau.