KEPULAUAN RIAU — Lewat acara yang dihadiri sekitar 300 content creator dan media dari China serta negara lain, Wang Chuanfu mengumumkan chip ke-567 buatan BYD ini sebagai terobosan penting. "Inilah Xuanji A3 berukuran 4 nanometer yang sepenuhnya dikembangkan sendiri oleh BYD," ujarnya.
Ukuran 4 nanometer menempatkan Xuanji A3 di atas chip buatan Huawei yang saat ini masih 7nm. Semakin kecil ukuran transistor, semakin banyak yang bisa dimuat dalam satu chip, sehingga performanya naik drastis. Wang menyebut chip ini sebagai "level tertinggi chip otonom China" yang sudah langsung diproduksi massal dalam skala besar.
Perusahaan yang berdiri sejak 1995 sebagai produsen baterai ini kini mengklaim telah meluncurkan lebih dari 2.000 produk chip untuk berbagai sektor: mobil cerdas, baterai konsumen, AC, kulkas, ponsel, hingga panel surya.
Xuanji A3 dirancang untuk menyatukan tiga domain yang sebelumnya terpisah dalam kendaraan listrik. Platform komputasi barunya mengintegrasikan kokpit cerdas (kontrol dasbor), fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS), dan sistem propulsi listrik inti dalam satu kesatuan perangkat lunak.
Integrasi ini disebut Wang bisa mempercepat kinerja kendaraan secara keseluruhan. "Kami punya kabar baik, hari ini kami telah mencapai terobosan, ke depan akan ditingkatkan ke model end-to-end tanpa peta," tambahnya.
BYD berencana memperluas sistem bantuan pengemudi terotomatisasi ke seluruh model di China, termasuk yang terjangkau seperti Seagull atau Dolphin. Teknologi sensor LiDAR yang sebelumnya hanya untuk kendaraan premium, akan diterapkan juga ke mobil non-premium lewat paket bernama "God's Eye".
Wang mengakui sistem ini sempat menuai keluhan karena tidak berfungsi sesuai janji. Namun, pembaruan OTA dijadwalkan pada September tahun ini, dan jika berhasil, akan didorong bertahap ke semua pengguna mulai Desember. "Paket fitur tambahan kami adalah yang paling murah di industri ini, karena kami menawarkannya hanya seharga biaya produksinya saja," ungkap Wang.
Saat ini BYD masih menunggu pengesahan regulasi resmi dari pemerintah China untuk mengizinkan penerapan kendaraan swakemudi secara lebih luas. Meski belum menawarkan otonomi penuh, langkah BYD dengan chip 4nm dan integrasi tiga domain ini menjadi sinyal kuat bahwa peta jalan menuju mobil tanpa sopir sudah dimulai dari sisi hardware.
BYD mempertahankan posisi teratas penjualan kendaraan penumpang energi baru di China selama 10 tahun berturut-turut, bersaing ketat dengan Xpeng Inc. dan Xiaomi Corp. Perusahaan ini juga mengklaim sebagai produsen mobil pertama di dunia yang menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil.