BATAM — RSBP Batam kembali menjadi fasilitas kesehatan rujukan bagi pekerja di Kota Batam yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Layanan ini berlaku mulai 1 Juni 2026, mencakup rawat jalan, rawat inap, hingga penanganan khusus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang, Budi Pramono. Acara penandatanganan berlangsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tiban.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut reaktivasi ini sebagai langkah strategis memperluas akses pelayanan kesehatan bagi pekerja di Batam. Menurutnya, kemitraan itu merupakan komitmen BP Batam di bawah Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, cepat, dan terintegrasi bagi para pekerja serta masyarakat Kota Batam,” ujar Ariastuty dalam keterangan resmi.
Seluruh layanan di RSBP Batam dirancang terintegrasi untuk menjamin mutu dan kecepatan penanganan medis. Peserta yang ingin mengakses layanan wajib melengkapi sejumlah dokumen, antara lain kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, KTP atau identitas resmi lainnya, Surat Keterangan Kecelakaan Kerja (SKKK) dari perusahaan, serta surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) jika diperlukan.
RSBP Batam berada di bawah Kedeputian Bidang Pelayanan Umum BP Batam. Rumah sakit ini menyediakan fasilitas penanganan khusus untuk kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menjadi fokus utama program JKK.
Ariastuty berharap pemulihan kemitraan ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi pekerja di Batam. Dengan adanya kepastian layanan medis yang terintegrasi, produktivitas pekerja diharapkan tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap pemulihan jalinan kemitraan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja di Kota Batam. Dengan adanya kepastian layanan medis yang terintegrasi di RSBP Batam, produktivitas pekerja diharapkan dapat terus terjaga demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.