KEPULAUAN RIAU — Paten teknologi terbaru dari pabrikan asal Korea Selatan ini terungkap melalui dokumen United States Patent and Trademark Office (USPTO). Langkah Hyundai mematenkan sistem transmisi hibrida manual-otomatis ini mempertegas komitmen divisi performa tinggi mereka, Hyundai N, untuk tetap memanjakan para antusias setir bulat di era elektrifikasi.
Sistem transmisi kopling pintar ini mengandalkan teknologi shift-by-wire sepenuhnya. Artinya, tuas transmisi di dalam kabin sama sekali tidak memiliki hubungan mekanis langsung dengan girboks di kolong mobil.
Meskipun tanpa kabel baja atau linkage fisik, pengemudi tetap disajikan tuas transmisi model gated (bersekat besi) layaknya supercar klasik, lengkap dengan pedal kopling aktif. Pengemudi bisa memindahkan gigi dari satu ke enam secara manual dengan injakan kopling yang disimulasikan secara elektronik.
Ketika menemui kemacetan parah, tuas cukup digeser ke posisi Drive (D) untuk mengubah mobil menjadi otomatis murni. Selain itu, tersedia juga opsi perpindahan sekuensial dengan hanya mendorong tuas ke depan atau ke belakang saat mobil melaju.
Dokumen paten tersebut tidak membatasi penggunaan teknologi ini pada satu jenis ruang mesin saja. Sistem shift-by-wire ini dirancang fleksibel agar bisa diaplikasikan pada mobil bermesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan listrik murni (EV).
Hyundai sebelumnya sukses mensimulasikan perpindahan gigi pada mobil listrik performa tinggi mereka, Ioniq 5 N dan Ioniq 6 N. Dengan paten baru ini, simulasi tersebut berpotensi menjadi jauh lebih nyata dengan kehadiran tuas fisik dan pedal kopling asli.
Langkah ini serupa dengan apa yang dilakukan Koenigsegg pada hypercar CC850, serta riset serupa yang kabarnya tengah dijajaki oleh Porsche untuk lini mobil sport masa depan mereka.
Meski teknologi ini sangat menggiurkan bagi para petrolhead, tantangan terbesar Hyundai ada pada kalkulasi bisnis produksi massal. Biaya riset dan pengembangan transmisi sekompleks ini sangat tinggi, sementara ceruk pasar konsumen yang menginginkan transmisi manual semakin menyusut secara global.
Hyundai harus memastikan bahwa biaya produksi sistem shift-by-wire gated ini bisa ditekan agar tetap masuk akal jika disematkan pada mobil sport harian sekelas Hyundai Elantra N. Jika berhasil direalisasikan dengan harga terjangkau, teknologi ini akan menjadi pembeda besar bagi Hyundai di tengah gempuran mobil listrik yang mulai terasa monoton tanpa keterlibatan pengemudi.
Transmisi ini menggunakan teknologi shift-by-wire tanpa koneksi fisik antara tuas dan girboks. Pengemudi tetap mendapatkan pedal kopling dan tuas model gated untuk berkendara manual, namun sistem komputer akan mengambil alih perpindahan gigi secara elektronik saat mode otomatis diaktifkan.
Ya, paten dari USPTO menunjukkan bahwa teknologi transmisi ini dirancang fleksibel untuk digunakan pada mobil listrik (EV) performa tinggi maupun mobil bermesin bensin (ICE) konvensional.
Hingga saat ini, Hyundai baru mendaftarkan hak paten desain di Amerika Serikat. Belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal produksi massal atau model mobil pertama yang akan mengadopsi teknologi transmisi pintar ini.