KARIMUN — Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.48 WIB saat intensitas hujan sedang berada di puncaknya. Batang pohon yang melintang membuat kendaraan tidak bisa melintas sama sekali, sehingga petugas terpaksa mengalihkan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Karimun, Raden Ricky, mengatakan timnya langsung bergerak setelah menerima laporan dari pengguna jalan. "Setelah menerima laporan dari pengguna jalan, tim kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin," ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Personel BPBD dibantu aparat Polres Karimun bersiaga mengatur skema pengalihan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan massa di lokasi kejadian. Seluruh proses pemotongan dan pembersihan batang pohon dilakukan di bawah guyuran hujan yang tak kunjung reda.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tidak ada kendaraan maupun bangunan di sekitar yang tertimpa pohon tumbang. Setelah batang pohon berhasil dipotong dan disingkirkan, akses jalan kembali normal dan arus lalu lintas berangsur lancar.
Meski situasi sudah terkendali, Raden Ricky mengingatkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi belum usai. Cuaca ekstrem yang ditandai hujan intensitas tinggi dan angin kencang diprediksi masih akan melanda wilayah Bumi Berazam dalam beberapa hari ke depan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat berkendara di bawah pohon besar atau baliho saat cuaca buruk. Potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang masih sangat mungkin terjadi," ucap Ricky.
BPBD Karimun sendiri telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk merespons setiap laporan gangguan akibat cuaca buruk di wilayah Kabupaten Karimun.