JAKARTA — Dikta memilih judul "Unapologetic" karena dirasa paling jujur merepresentasikan isi kepala dan hatinya. Lirik-lirik dalam EP ini banyak terinspirasi dari kisah pribadi, termasuk momen emosional bersama sang ayah yang tertuang dalam lagu "Papa Tenang Saja".
Satu lagu yang langsung menonjol adalah "Stop Bilang Iya". Melalui trek ini, Dikta menyindir kebiasaan sulit menolak permintaan orang lain. "Kalau 'iya' terus ya capek aja," katanya singkat dalam siaran pers resmi.
Lagu ini menjadi pengingat agar pendengar berani memprioritaskan diri sendiri dan berkata "tidak" tanpa rasa bersalah. Pesan itu disampaikan dengan aransemen yang lebih berani dari karya-karya sebelumnya.
Selain "Stop Bilang Iya", EP ini juga memuat "Aku Kamu Kita", "Kita Cari Cara", "Papa Tenang Saja", "Hujan", dan "Godaan Godaan". Dikta mengaku memberikan 100 persen kemampuannya untuk proyek ini. "Saya happy dengan EP yang baru ini, bener-bener ngasih 100 persen yang ada di saya untuk EP ini," ujarnya.
Nuansa musikalitas dalam album ini terasa berbeda dari sisi aransemen dan pendekatan lirik. Dikta menyebut EP ini menjadi wadah untuk mengeksplorasi warna musik yang selama ini ia idamkan, namun belum sempat terwujud dalam karya-karya sebelumnya.
Sepanjang tahun lalu, Dikta hanya merilis satu lagu. Kini ia berkomitmen untuk lebih aktif merilis single secara berkala. Rencananya, setelah materi dirasa cukup, ia akan menggarap album penuh.
EP "Unapologetic" sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital. Bagi pendengar yang pernah merasa lelah karena selalu berkata "iya", enam lagu ini bisa menjadi teman refleksi yang pas.