KEPULAUAN RIAU — Pengumuman ini disampaikan Xpeng melalui media sosial, meski belum melalui seluruh kanal perusahaan secara resmi. GX diposisikan sebagai SUV listrik full-size segmen premium yang akan bersaing di pasar global dengan teknologi autonomous driving dan kecerdasan buatan generasi terbaru.
Xpeng GX hadir dengan dua varian sistem penggerak. Pertama, battery electric vehicle (BEV) untuk konsumen menginginkan kendaraan listrik murni. Kedua, extended range electric vehicle (EREV) yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk jarak tempuh lebih panjang tanpa khawatir kehabisan daya. Strategi dual-powertrain ini dirancang agar model ini dapat menyesuaikan kebutuhan berbeda penggunanya.
Secara teknis, Xpeng GX dibangun di atas platform terbaru perusahaan, SEPA 3.0 (Smart Electric Platform Architecture). Platform ini mengoptimalkan efisiensi kendaraan listrik sekaligus mempersiapkan mobil untuk beroperasi dengan dukungan autonomous driving hingga level 4. Artinya, dalam situasi tertentu, GX dapat berjalan sendiri tanpa kendali penuh pengemudi.
Unggulan lainnya ada pada sektor kecerdasan buatan. Xpeng GX dilengkapi tiga chip AI Turing hasil pengembangan internal yang mampu memproses data dengan kecepatan dan kompleksitas tinggi. Berkat teknologi ini, sistem mobil bekerja lebih cerdas dalam memahami perintah pengemudi dan kondisi lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, dukungan AI berbasis Vision-Language-Action (VLA) membuat interaksi antara pengemudi dan kendaraan terasa lebih natural dan responsif. Pengemudi dapat berkomunikasi dengan mobil melalui perintah suara atau gesture yang lebih intuitif.
Kombinasi desain SUV besar, fleksibilitas sistem penggerak, dan teknologi AI canggih memposisikan GX sebagai pemain penting di segmen kendaraan listrik premium global. Peluncurannya pada Mei 2026 merupakan langkah strategis Xpeng memperkuat diri di pasar mobil listrik yang semakin kompetitif saat ini.