Pemprov Kepri Butuh 1.500 Guru Baru untuk Atasi Kekurangan Pendidik di Batam

Penulis: Maruli Sinaga  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:40 WIB
Dinas Pendidikan Kepri memetakan kekurangan 1.500 guru untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB.

TANJUNGPINANG — Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau memetakan kekurangan tenaga pendidik mencapai 1.500 orang untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB. Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan jumlah siswa baru yang diprediksi menembus angka 39.000 orang pada tahun ajaran mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa sekitar 2.500 calon siswa di antaranya merupakan pindahan dari luar provinsi. Lonjakan peserta didik ini membuat beban kerja di 280 sekolah semakin berat karena minimnya tenaga pengajar di setiap satuan pendidikan.

Batam Jadi Wilayah dengan Kekurangan Guru Terbanyak

Kebutuhan guru tersebar merata di tujuh kabupaten dan kota, namun posisi paling kritis berada di Batam sebagai wilayah terpadat. Rata-rata setiap sekolah di Kepri saat ini memerlukan tambahan lima hingga enam orang guru untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar.

"Kebutuhan guru merata di semua kabupaten/kota, terutama Batam dengan jumlah penduduk terpadat. Masing-masing sekolah butuh lima sampai enam guru," kata Agung di Tanjungpinang, Minggu.

Kekurangan ini didominasi oleh guru mata pelajaran umum dan tenaga pengajar vokasi untuk jenjang SMK. Disdik Kepri kini tengah merampungkan pemetaan data untuk diserahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar segera diusulkan menjadi formasi CPNS kepada pemerintah pusat secara bertahap.

Anggaran Rp 74 Miliar untuk Bangun 10 Sekolah Baru

Pemerintah Provinsi Kepri mempercepat pembangunan sepuluh Unit Sekolah Baru (USB) untuk memastikan seluruh lulusan SMP di wilayah kepulauan dapat terakomodasi. Langkah ini diambil guna memperluas daya tampung sekolah negeri yang selalu membeludak setiap tahunnya.

Dua sekolah akan dibiayai melalui APBD Kepri dengan alokasi sekitar Rp 5 miliar per sekolah. Delapan sekolah lainnya mendapatkan kucuran dana APBN senilai Rp 8 miliar per unit yang tersebar mulai dari Batam, Lingga, Tanjungpinang, hingga wilayah perbatasan di Natuna.

"Tujuannya agar akses pendidikan anak-anak kita merata di semua wilayah, apalagi di pulau terluar, seperti Natuna," ucap Andi Agung memungkasi.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top