BATAM — Nilai ekspor Batam ke India menunjukkan performa impresif pada awal tahun 2026 dengan kontribusi sebesar 11,14 persen dari total ekspor kawasan. Angka tersebut setara dengan USD521,6 juta yang dicatatkan hanya dalam kurun waktu satu kuartal.
Tren positif ini mempertegas posisi India sebagai salah satu pilar utama perdagangan internasional bagi Batam. Selain volume perdagangan yang besar, aliran modal dari negara tersebut terus mengalir ke berbagai sektor industri di Kepulauan Riau.
Berdasarkan data Badan Pengusahaan (BP) Batam, akumulasi investasi India sejak 2016 hingga 2025 telah menyentuh angka Rp258,6 miliar. Lonjakan paling signifikan tercatat pada tahun 2025 dengan realisasi modal mencapai Rp95,2 miliar.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyatakan bahwa pertumbuhan investasi ini merupakan cerminan dari meningkatnya kepercayaan investor India. Batam dinilai memiliki daya saing kuat untuk menjadi basis produksi di Asia Tenggara.
"India adalah mitra strategis dengan potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan kami. Pertumbuhan investasi dan volume perdagangan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam," ujar Fary dalam keterangan resminya.
Guna memperdalam kolaborasi ekonomi, BP Batam melakukan pertemuan strategis dengan Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, pada Jumat (8/5/2026). Pertemuan ini membahas perluasan kerja sama di sejumlah sektor krusial.
BP Batam kini memprioritaskan pemantapan ekosistem pada sektor manufaktur, energi terbarukan, serta industri maritim. Selain itu, penguatan rantai pasok industri global menjadi agenda utama dalam penjajakan kerja sama baru tersebut.
Langkah ini didukung oleh pengembangan kawasan industri dan logistik yang terus dipacu oleh otoritas setempat. Infrastruktur internasional yang tersedia di Batam menjadi modal utama untuk menarik lebih banyak korporasi asal India.
Sebagai langkah konkret, kedua pihak sepakat untuk menggelar forum presentasi bisnis secara hibrida dalam waktu dekat. Forum ini akan mempertemukan para pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.
Selain promosi investasi, pertemuan tersebut dirancang untuk memetakan kebutuhan rantai pasok secara detail melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS). Hal ini bertujuan agar arus ekspor-impor antara Batam dan India lebih terukur dan efisien.
Konsul Jenderal India, Ravi Shankar Goel, mengapresiasi kemajuan ekonomi di Batam yang didukung oleh kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ). Menurutnya, kedekatan geografis dengan Singapura dan kepemimpinan yang kuat menjadi daya tarik utama.
"Batam adalah salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Keunggulan geografis yang dekat dengan Singapura, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas menjadi daya tarik utama bagi investor," kata Ravi.