Batam – Kota Batam menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang tahun 2025. Dari total 2.027.037 kunjungan wisman ke Kepri, sekitar 79,58 persennya masuk melalui Batam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan positif kunjungan wisman ke Batam dalam lima tahun terakhir.
Menurutnya, capaian ini semakin mengukuhkan peran Batam sebagai gerbang utama wisatawan mancanegara di Kepri. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisman ke Batam mencapai 1.613.202 kunjungan, melampaui target pemerintah daerah sebesar 1,5 juta kunjungan.
“Dengan target 1,5 juta kunjungan pada 2025, realisasi ini berarti terdapat surplus sebanyak 113.202 kunjungan,” jelas Ardiwinata.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, pada 2021 jumlah kunjungan wisman masih sangat rendah, yakni 2.651 kunjungan. Angka tersebut melonjak signifikan pada 2022 menjadi 565.936 kunjungan, lalu meningkat lagi pada 2023 menjadi 1.192.931 kunjungan.
Pertumbuhan terus berlanjut pada 2024 dengan total 1.326.831 kunjungan, hingga akhirnya mencapai rekor tertinggi pada 2025 sebanyak 1.613.202 kunjungan.
Dari sisi negara asal, kunjungan wisman ke Batam masih didominasi wisatawan asal Singapura dengan 789.674 kunjungan, disusul Malaysia sebanyak 418.330 kunjungan.
Ardiwinata menilai dominasi wisatawan dari dua negara tersebut menunjukkan kuatnya posisi Batam sebagai destinasi wisata lintas negara. Faktor kedekatan geografis, kemudahan akses transportasi laut dan udara, serta semakin beragamnya daya tarik wisata menjadi pendukung utama.
Selain itu, wisatawan asal China menempati peringkat ketiga dengan 53.275 kunjungan, diikuti India sebanyak 45.338 kunjungan, dan Filipina dengan 25.283 kunjungan.
Secara bulanan, puncak kunjungan wisman ke Batam terjadi pada Desember 2025 dengan total 195.525 kunjungan.
Ardiwinata menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam menciptakan iklim pariwisata yang aman, nyaman, dan kompetitif.
Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat promosi, meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, serta mendorong pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif agar Batam semakin berdaya saing sebagai tujuan wisata internasional.