Batam - Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri kegiatan Sinergi Program BAZNAS Kota Batam dan Kejaksaan Negeri Batam dalam rangka peringatan HUT ke-25 BAZNAS, yang digelar di Aula Kejari Batam, Senin (26/1/2026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada sejumlah panti asuhan di Kota Batam.
Dalam kesempatan itu, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BAZNAS dan Kejari Batam yang dinilainya sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan memberdayakan masyarakat kurang mampu. Ia menilai sinergi lintas lembaga tersebut melahirkan berbagai program sosial yang berdampak langsung, seperti Jaksa Sahabat Guru, Jaksa Sahabat Panti, dan Jaksa Sahabat UMKM.
Menurut Amsakar, arah pembangunan Kota Batam saat ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni menghadirkan program baru yang belum tersedia sebelumnya, meningkatkan kualitas program yang sudah berjalan, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintahan akan berjalan di jalur yang benar jika kapasitas masyarakat terus meningkat. Dari usaha kecil tumbuh menjadi besar, dari pendapatan rendah menjadi lebih sejahtera. Saat ini Batam sedang melakukan transformasi besar, dari yang sebelumnya berorientasi pada pembangunan infrastruktur mainland, kini bergerak menuju pemberdayaan masyarakat secara langsung,” ujar Amsakar.
Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan yang telah direalisasikan selama 11 bulan masa kepemimpinannya. Program tersebut antara lain layanan berobat gratis, seragam sekolah gratis, KUR bunga nol persen dengan plafon hingga Rp20 juta, beasiswa bagi siswa berprestasi di tujuh perguruan tinggi negeri, serta beasiswa khusus untuk pelajar di wilayah hinterland.
Di hadapan jajaran Kejari Batam, Amsakar turut menyampaikan capaian pembangunan daerah. Ia menyebut target investasi Kota Batam sebesar Rp60 triliun berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai Rp60,89 triliun atau 135,5 persen dari target.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Batam diproyeksikan menembus 7 persen, setelah pada tahun sebelumnya tercatat 6,89 persen. Batam juga mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau, dengan nilai 83,8.
“IPM menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Meski mencatatkan berbagai capaian, Amsakar menegaskan pemerintah daerah tetap memberi perhatian serius terhadap persoalan yang masih dirasakan masyarakat, seperti pengelolaan sampah, banjir, dan distribusi air bersih.
“Saya tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Sampah, banjir, dan air bersih menjadi fokus utama kami. Target kami, pada Juni atau Juli mendatang, persoalan tersebut sudah mulai terurai. Saat ini kami terus memperkuat dukungan, termasuk penambahan armada di wilayah terdampak,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Amsakar berpesan agar seluruh pengelola BAZNAS menjaga amanah umat dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat.
“Dana umat harus dikelola sebaik mungkin untuk memberdayakan masyarakat. Ini bukan hanya tanggung jawab di dunia, tetapi juga akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Mari bangun narasi yang konstruktif dan kolaboratif demi kemajuan Kota Batam,” pungkasnya.