BATAM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meresmikan Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) di kompleks Hotel Asialink Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/1/2026). Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat promosi potensi daerah sekaligus penghubung peluang investasi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Kantor PPID merupakan hasil kolaborasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan International Business Association (IBA). Kerja sama tersebut bertujuan memperluas promosi produk unggulan daerah serta membuka akses investasi dari dalam maupun luar negeri.
“Peresmian ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi Indonesia dan meningkatkan daya tarik investasi daerah,” ujar Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Rabu (21/1/2026).
Tito mendorong Apkasi dan IBA untuk mengintensifkan promosi hingga ke pasar internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, khususnya pada sektor kerajinan tangan, yang kualitasnya mampu bersaing dengan produk luar negeri, namun masih membutuhkan dukungan promosi yang lebih luas.
Selain itu, produk hortikultura juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terutama dengan menyasar pasar Singapura. Kedekatan geografis Batam dengan negara tersebut menjadi keunggulan strategis yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk nasional.
“Posisi Batam yang dekat dengan Singapura dapat dimaksimalkan sebagai jalur promosi produk Indonesia sekaligus menarik investor asing,” kata Tito.
Ia berharap, keberadaan PPID di Batam mampu menjadi gerbang masuk investasi daerah dari berbagai negara. Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengajak para kepala daerah untuk menampilkan produk unggulan serta peluang investasi khas daerah masing-masing di PPID.
Langkah ini dinilai penting agar calon investor dapat melihat langsung keunikan dan potensi daerah yang tidak dimiliki negara lain. Pemerintah pusat, lanjut Tito, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang dijalankan Apkasi bersama IBA dan berharap kerja sama tersebut terus diperkuat.
“Saya berharap pemerintah daerah aktif menampilkan produk maupun potensi investasi yang benar-benar menarik dan memiliki nilai keunikan bagi calon pembeli serta investor,” ujarnya.
Menurut Tito, Batam merupakan lokasi ideal bagi pengembangan PPID karena perannya sebagai pusat ekonomi dan keuangan yang strategis. Meski wilayahnya relatif kecil, Batam memiliki pengaruh besar dalam aktivitas perdagangan dan investasi karena kedekatannya dengan Singapura.