KEPULAUAN RIAU — Langkah ini merupakan tambahan dari paket stimulus sebelumnya yang mencapai 778 juta dolar AS (Rp14 triliun) yang digelontorkan pada April lalu. Total anggaran yang dikucurkan pemerintah kota-negara itu untuk menghadapi gejolak energi kini menembus angka triliunan rupiah.
Informasi ini dilaporkan oleh media setempat, The Straits Times, pada Rabu (29/7). Dana segar tersebut dirancang untuk menyasar kelompok yang paling rentan terhadap kenaikan tarif energi, mulai dari rumah tangga hingga pedagang kecil di pusat jajanan.
Bantuan Langsung untuk Pedagang Kaki Lima dan Pasar
Usaha kecil dan menengah yang mempekerjakan warga lokal tidak luput dari perhatian. Mereka akan menerima bantuan tunai mulai dari 500 hingga 1.200 dolar Singapura (Rp7-16 juta), dengan prioritas utama diberikan kepada pemilik lapak yang menyewa tempat di pusat kaki lima dan pasar-pasar tradisional.
Skema ini diharapkan mampu menjaga roda perekonomian tetap berputar di tengah tekanan biaya operasional yang meningkat. Para pedagang kecil dinilai menjadi garda terdepan yang merasakan langsung dampak inflasi energi.
Imbauan Hemat Energi Menyertai Bantuan
Di luar bantuan finansial, pemerintah setempat juga mengimbau rumah tangga dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam menghemat pemakaian energi. Kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan efektivitas jaring pengaman sosial di tengah volatilitas harga minyak dunia.
Dengan adanya tambahan dana ini, total komitmen pemerintah Singapura untuk meredam gejolak energi sepanjang tahun ini mencapai lebih dari Rp23 triliun. Langkah agresif ini menjadi salah satu upaya terbesar di kawasan Asia Tenggara dalam melindungi daya beli masyarakat.