BATAM — Menggunakan KRI Beladau-643, tim ERB Kepri menjangkau Pulau Tarempa, Pulau Midai, Pulau Subi Besar, Pulau Tambelan, dan Pulau Singkep. Misi ini merupakan ekspedisi ke-10 secara nasional dan ke-12 kalinya digelar khusus di Provinsi Kepulauan Riau sejak program tersebut berjalan.
Mengapa Kepri Jadi Prioritas Distribusi Uang?
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P., menyebut pemilihan Kepri memiliki nilai strategis dan historis. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, serta pernah memiliki mata uang sendiri bernama Kepulauan Riau Rupiah (KRRp) pada 1963-1964.
“Secara geografis, Kepri memiliki tantangan tersendiri karena berada di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, menjaga eksistensi dan kedaulatan Rupiah di daerah 3T menjadi sangat penting,” ujar Rony dalam keterangannya, Rabu.
Sinergi BI-TNI AL: 766 Pulau Sudah Terjangkau
Kerja sama distribusi uang antara BI dan TNI AL telah terjalin sejak 2012. Hingga 2025, sinergi ini menghasilkan 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T yang menjangkau 766 pulau di seluruh Indonesia. Pada 2026, program ditargetkan berlangsung di 19 provinsi dengan cakupan 97 pulau.
Pelaksanaan ERB merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. BI wajib memastikan ketersediaan Rupiah dalam jumlah cukup, pecahan sesuai kebutuhan, dan dalam kondisi layak edar.
Bukan Sekadar Uang, Ada Edukasi Bela Negara
Selain melayani penukaran uang, rangkaian ERB Kepri 2026 diisi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Sosialisasi mencakup ciri-ciri keaslian uang dan cara merawatnya.
Bersama TNI AL, kegiatan ini juga menyertakan edukasi bela negara untuk memperkuat semangat kebangsaan di wilayah perbatasan. Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) turut menyalurkan bantuan sembako ke pulau-pulau yang disambangi.
Rony menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan layanan kas serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai Rupiah. “Ini adalah ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia maju, dari kota hingga ke pelosok negeri,” tutupnya.