TANJUNGPINANG — Keputusan penghentian operasional dapur MBG tertuang dalam Berita Acara Penghentian Sementara Operasional Dapur Nomor 001/BA/SPPG Sei Pasir/I/VI/2026 yang diterbitkan pada Sabtu (6/6/2026) pukul 15.00 WIB. Dokumen ini menjadi dasar penghentian layanan di seluruh Kepulauan Riau.
Dua Faktor Utama Penghentian: Bahan Baku dan Insentif Relawan
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, membenarkan penghentian sementara ini. Ia menjelaskan ada dua faktor utama yang menyebabkan operasional dapur MBG dihentikan.
“Untuk sementara operasional dihentikan karena anggaran dari Badan Gizi Nasional belum diterima. Setelah dana tersedia, pelayanan akan kembali berjalan seperti biasa,” kata Syartiwidya dilansir dari BATAMNEWS, Minggu (7/6/2026).
Selain belum adanya anggaran untuk pengadaan bahan baku makanan, pihak pengelola juga belum bisa membayarkan insentif bagi para relawan yang selama ini terlibat. Akibatnya, seluruh layanan MBG, baik untuk kelompok Posyandu maupun siswa sekolah, terpaksa dihentikan sementara.
Dampak di Batam: Sekolah Kirim Surat ke Orang Tua Siswa
Kondisi serupa terjadi di Kota Batam. Sejumlah sekolah telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada orang tua siswa terkait penghentian sementara program MBG. Dalam surat tersebut, siswa diminta untuk membawa bekal makanan dari rumah selama program belum kembali berjalan.
Pihak sekolah menyebutkan bahwa layanan Makan Bergizi Gratis untuk sementara tidak dapat diberikan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Pengumuman ini langsung diterapkan menyusul keputusan dari KPPG.
Kapan Layanan MBG Kembali Berjalan?
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan program MBG akan kembali beroperasi. “Untuk jadwal dimulainya kembali layanan masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut. Saat ini kami masih menunggu kepastian pencairan dana,” ujar Syartiwidya.
Penghentian sementara ini berlaku sampai dana operasional dari Badan Gizi Nasional diterima. Setelah itu, kegiatan produksi dan distribusi makanan diharapkan dapat kembali dilaksanakan kepada seluruh penerima manfaat di Kepulauan Riau.