BATAM — Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menyambut positif rencana pemerintah pusat untuk memperluas fasilitas bebas visa kunjungan. Langkah ini dinilai strategis untuk menggenjot sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah, mengingat Batam merupakan pintu masuk utama wisman di Kepri.
Negara Mana Saja yang Diusulkan?
Kementerian Pariwisata mengusulkan pemberian fasilitas BVK bagi wisatawan dari Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, India, Belarus, Kazakhstan, dan Makau. Selain itu, pemerintah juga mengusulkan perluasan fasilitas bagi pemegang permanent residence (PR) Singapura.
Ardiwinata menegaskan usulan ini sangat relevan dengan kondisi pasar wisata Batam saat ini. “Wisatawan terbanyak kita berasal dari Singapura, kemudian Malaysia dan India. Jadi apa yang diusulkan pemerintah pusat memang sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya, Jumat.
Mengapa Kebijakan Ini Mendesak?
Sebelum pandemi COVID-19, negara-negara seperti India, Jepang, dan Korea Selatan menikmati fasilitas bebas visa ke Batam. Akibatnya, kunjungan wisatawan dari negara-negara tersebut relatif tinggi. Namun, setelah kebijakan visa diberlakukan kembali, pertumbuhan kunjungan dinilai belum optimal.
“Pariwisata itu industri yang mengedepankan kemudahan dan kenyamanan. Kalau wisatawan harus mengurus visa atau membayar biaya tambahan, tentu ada pertimbangan untuk berlibur ke sana,” kata Ardiwinata.
Dampak ke Pelaku Usaha dan Target Kunjungan
Pemkot Batam bersama asosiasi pariwisata sebelumnya telah lama menyuarakan usulan serupa. Harapannya, kebijakan ini bisa memperkuat daya tarik destinasi wisata di Batam yang sudah memiliki fasilitas berstandar internasional, mulai dari hotel, restoran, tempat hiburan, wisata religi, hingga event olahraga.
Ardiwinata mencontohkan, wisatawan Malaysia banyak datang untuk berbelanja, mengunjungi Masjid Agung Raja Hamidah dan Vihara Maitreya, serta bermain golf. Tren kunjungan wisman ke Batam tahun ini tercatat meningkat 10 hingga 15 persen dibanding tahun lalu.
“Mudah-mudahan kebijakan ini bisa segera terwujud sehingga semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu gerbang wisata internasional Indonesia,” tutupnya.