Pencarian

Penumpang Pesawat dan Kapal Laut di Kepri Anjlok pada April 2026, BPS Sebut Biaya Tiket Jadi Biang Kerok

Kamis, 04 Juni 2026 • 19:09:01 WIB
Penumpang Pesawat dan Kapal Laut di Kepri Anjlok pada April 2026, BPS Sebut Biaya Tiket Jadi Biang Kerok
Penumpang pesawat domestik di Kepri turun hampir 40 persen pada April 2026.

TANJUNGPINANG — Jumlah penumpang pesawat rute domestik yang diberangkatkan dari Kepri pada April 2026 hanya 139.638 orang. Angka itu merosot 39,46 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 230.760 orang.

Penurunan serupa juga terjadi di sektor transportasi laut. BPS mencatat penumpang kapal domestik yang berangkat pada bulan yang sama sebanyak 392.140 orang, turun 32,21 persen dari 578.449 orang pada bulan sebelumnya.

Penumpang Internasional Ikut Terkontraksi

Dari sisi penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat dari Kepri pada April 2026 tercatat 9.276 orang. Sementara itu, penumpang kapal laut internasional yang berangkat mencapai 210.653 orang, atau anjlok 21,87 persen dibandingkan Maret 2026.

Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, penurunan ini menunjukkan sektor transportasi di Kepri masih menghadapi tantangan berat. “Terutama akibat tingginya biaya perjalanan udara yang memengaruhi mobilitas masyarakat,” katanya, Selasa (13/5/2026).

Volume Bagasi dan Barang Juga Anjlok

Bukan hanya penumpang, volume muatan bagasi dan barang angkutan udara domestik ikut tertekan. BPS mencatat total muatan pada April 2026 hanya 2.102,90 ton, turun 26,68 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 2.868,09 ton.

Sementara untuk angkutan udara internasional, jumlah bagasi dan barang yang dimuat selama April 2026 hanya mencapai 61,73 ton. Data ini memperkuat sinyal bahwa aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Kepri sedang melambat.

Biaya Tiket Jadi Faktor Utama Penurunan

BPS tidak merinci secara spesifik kenaikan harga tiket, namun mengakui bahwa biaya perjalanan udara menjadi faktor dominan yang menekan angka keberangkatan. Kondisi ini berbeda dengan pola musiman biasanya yang justru meningkat jelang Lebaran atau libur panjang.

Penurunan drastis di April 2026 ini menjadi catatan bagi pemangku kebijakan di Kepri. Jika tren ini berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada sektor pariwisata dan perdagangan yang selama ini menjadi andalan daerah.

Bagikan
Sumber: presmedia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks