Pencarian

39 Warga Natuna Terkonfirmasi HIV pada 2026, 30 Pasien Rutin Jalani Terapi ARV untuk Tekan Penyebaran

Senin, 18 Mei 2026 • 15:47:25 WIB
39 Warga Natuna Terkonfirmasi HIV pada 2026, 30 Pasien Rutin Jalani Terapi ARV untuk Tekan Penyebaran
Petugas Dinkes Natuna melakukan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat setempat.

NATUNA — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Natuna, Wan Iswandi, SKM, mengungkapkan data ini saat dikonfirmasi Senin (18/5). Dari total 39 pasien, rinciannya adalah 18 laki-laki, 12 perempuan, dan empat anak-anak. Angka ini menunjukkan bahwa HIV tidak memandang usia maupun jenis kelamin.

Kepatuhan Minum Obat Jadi Kunci Pasien Tetap Produktif

Menurut Wan Iswandi, pengobatan ARV menjadi langkah penting agar pasien tetap sehat dan bisa beraktivitas normal. “Dari jumlah tersebut, 30 orang rutin menjalani pengobatan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kepatuhan minum obat adalah kunci utama menjaga daya tahan tubuh sekaligus menekan risiko penularan ke orang lain. “Pengobatan yang rutin dan disiplin sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien,” jelasnya.

Edukasi dan Deteksi Dini Digencarkan ke Masyarakat

Dinkes Natuna tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga mengintensifkan penyuluhan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan tengah masyarakat. Materi sosialisasi mencakup bahaya HIV/AIDS, menghindari perilaku seksual berisiko, serta larangan penggunaan jarum suntik bergantian.

Warga yang termasuk kelompok risiko tinggi didorong melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Wan Iswandi menyebut tantangan terbesar penanganan HIV di Natuna bukan hanya medis, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk deteksi dini.

Stigma Jadi Hambatan, Dukungan Keluarga Diperkuat

Dinkes Natuna juga menekankan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurut Wan Iswandi, dukungan lingkungan sangat memengaruhi keberanian pasien memeriksakan diri dan menjalani pengobatan secara terbuka.

“Jangan ada stigma terhadap penderita HIV/AIDS. Dukungan keluarga dan masyarakat sangat penting agar mereka tidak merasa dikucilkan dan tetap semangat menjalani pengobatan,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat mendukung upaya pencegahan melalui pola hidup sehat dan peningkatan pengetahuan. “Pencegahan harus dilakukan bersama melalui edukasi dan kesadaran masyarakat agar penyebaran HIV dapat ditekan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: harianmetropolitan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks