Lis Darmansyah tidak sekadar melihat proses tanam. Ia mempelajari detail sistem pengendali suhu, cahaya, dan kelembapan yang terpasang di greenhouse Deane Jaya Hidrofarm. Atap plastik UV dan dinding insect net menjadi komponen kunci yang menjaga kualitas pertumbuhan tanaman melon di lingkungan terkontrol.
“Pertanian hidroponik seperti ini sangat potensial karena efisien. Masa panennya relatif singkat, sekitar 70 hingga 75 hari sudah dapat dipanen,” ujar Lis saat meninjau.
Masa Panen 70 Hari: Efisiensi Lahan Sempit di Kota
Lis melihat langsung bahwa metode ini memungkinkan budidaya di lahan terbatas. Ini persoalan klasik yang dihadapi kota-kota di Indonesia, termasuk Tanjungpinang. Dengan sistem nutrisi dan perawatan terukur, hasil panen melon disebut berkualitas premium.
Pemilik Deane Jaya Hidrofarm, Bowo Setiono, menjelaskan bahwa pihaknya menjaga kualitas tanaman sejak pembibitan hingga panen. “Kami berupaya menjaga kualitas tanaman mulai dari proses pembibitan hingga panen agar hasil yang diperoleh maksimal,” jelasnya.
Bukan Sekadar Panen, Tapi Cetak Wirausaha Muda
Menurut Lis, sektor pertanian berbasis teknologi tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah. Sektor ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang melek teknologi.
“Kita ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan pertanian modern ini dijalankan. Nantinya dapat menjadi referensi untuk pengembangan di Kota Tanjungpinang,” tambahnya. Pemkot Tanjungpinang disebut akan mengkaji kemungkinan replikasi sistem serupa di wilayahnya dalam waktu dekat.