BATAM — Perjuangan Geopark Natuna untuk diakui sebagai warisan geologi dunia UNESCO memasuki babak krusial. Setelah dinyatakan memenuhi syarat administrasi oleh Kementerian PPN/Bappenas, pengelola kini fokus pada persiapan presentasi nasional yang dijadwalkan berlangsung Rabu ini.
Kepastian lolosnya administrasi tertuang dalam surat Bappenas Nomor T-09049/D.7/PP.06.02/05/2026 tertanggal 8 Mei 2026. Dalam dokumen tersebut, Geopark Natuna menjadi satu dari hanya dua geopark di Indonesia yang berhak melaju ke tahap seleksi berikutnya.
Dokumen Berlapis Disiapkan Tim Pengelola
Sekretaris 2 Badan Pengelola Geopark Natuna (BPGN), Ryannaldo, mengungkapkan bahwa timnya telah menyelesaikan seluruh berkas persyaratan. Dokumen yang disetor meliputi penilaian mandiri, 101 Self Evaluation Checklist, laporan pengembangan, rencana induk geopark, serta surat rekomendasi dari Bupati Natuna hingga Gubernur Kepulauan Riau.
“Alhamdulillah, sudah dinyatakan lolos administrasi oleh Bappenas dan saat ini kami memasuki tahap persiapan pemaparan yang akan kita laksanakan Rabu ini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Batam.
Tim Penilai Nasional dan Potensi Pariwisata Berkelanjutan
Presentasi nanti akan dinilai oleh tim yang terdiri dari unsur Bappenas, Kementerian ESDM, Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), hingga asesor UNESCO Global Geopark Indonesia. Tak hanya kekayaan geologi, Geopark Natuna dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berdampak langsung pada masyarakat lokal.
Pengelola meyakini status UNESCO akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Sektor UMKM, jasa wisata, hingga ekonomi kreatif berbasis budaya dan lingkungan disebut-sebut bakal menjadi motor penggerak ekonomi kawasan.
“Apabila nantinya memperoleh status dari UNESCO, perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap kawasan Natuna juga akan semakin besar,” kata Ryannaldo, mencontohkan Geopark Kaldera Toba yang sebelumnya mendapat alokasi anggaran khusus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Mitra Akademik dan Target Global
Dalam proses menuju UGGp, BPGN Natuna tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng sejumlah lembaga akademik dan mitra strategis untuk memperkuat aspek ilmiah dan pengelolaan kawasan. Jika sukses melewati presentasi nasional, Geopark Natuna akan melangkah ke tahap verifikasi lapangan oleh tim UNESCO.