Pencarian

Pemkab Natuna Tanggung Biaya MCU Mahasiswa Penerima Beasiswa Kementan

Rabu, 06 Mei 2026 • 17:41:02 WIB
Pemkab Natuna Tanggung Biaya MCU Mahasiswa Penerima Beasiswa Kementan
Bupati Natuna Cen Sui Lan menanggung biaya Medical Check Up mahasiswa penerima beasiswa Kementan.

NATUNA — Satu lagi anak petani asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, berhasil menembus seleksi ketat beasiswa nasional dari Kementerian Pertanian (Kementan). Vita Olivia dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa penuh jalur undangan untuk menempuh pendidikan di Politeknik Enjenering Pertanian Indonesia (PEPI) Serpong.

Guna mendukung pencapaian tersebut, Bupati Natuna Cen Sui Lan memastikan pemerintah daerah hadir dengan menanggung biaya Medical Check Up (MCU) atau pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat mutlak pendaftaran. Keputusan ini diambil setelah Bupati bertemu langsung dengan Vita dan keluarganya di ruang kerja bupati pada Rabu pagi.

Upaya Meringankan Beban Ekonomi Keluarga Penerima Beasiswa

Bupati Natuna Cen Sui Lan menjelaskan bahwa pemberian bantuan biaya pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata bagi keluarga petani. Pemeriksaan kesehatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada April 2026 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna.

“Kita memberikan rekomendasi untuk membuat pihak perguruan tinggi percaya untuk memberikan beasiswa kepada penerima. Ke depan kita akan coba kerja sama dengan PEPI,” ujar Cen Sui Lan saat memberikan motivasi kepada Vita agar tetap menjaga nama baik daerah selama di perantauan.

Selain bantuan biaya, Pemkab Natuna sebelumnya telah mengeluarkan surat rekomendasi resmi sebagai penguat profil calon mahasiswa selama proses seleksi. Bupati berharap Vita dapat fokus belajar dan menghindari pergaulan negatif yang dapat mengganggu masa depannya di luar daerah.

Apa Keunggulan Kuliah di Politeknik Enjenering Pertanian Indonesia?

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, memaparkan bahwa program beasiswa ini sangat kompetitif dan memiliki skema pendidikan yang unik. Mahasiswa akan mendapatkan pembebasan biaya pendidikan 100 persen dan diwajibkan tinggal di asrama kampus.

Sistem pengajaran di PEPI Serpong menitikberatkan pada aspek teknis dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Target utamanya adalah mencetak lulusan yang siap menjadi agripreneur muda serta agen perubahan yang mampu memajukan sektor pertanian di daerah asal mereka masing-masing.

“Total ada tiga orang, yang pertama di 2024, kemudian 2025, dan tahun ini (2026),” kata Wan Syazali merujuk pada tren keberhasilan anak-anak Natuna menembus kampus tersebut dalam tiga tahun terakhir.

Proses Seleksi Nasional yang Menantang

Vita Olivia, yang mengambil program Diploma III, mengakui bahwa perjalanan mendapatkan kursi di PEPI Serpong tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dalam proses seleksi yang dilakukan secara nasional.

“Alhamdulillah saya berhasil lulus. Program yang saya ambil adalah diploma III,” tutur Vita. Ia dijadwalkan akan mulai memulai perkuliahan perdana pada September 2026 mendatang.

Keberhasilan Vita menambah daftar panjang generasi muda Natuna yang didorong oleh pemerintah daerah untuk mengakses pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa. Pemkab Natuna menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi anak-anak berprestasi agar mampu menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi kedinasan maupun vokasi milik kementerian.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks