Pencarian

Natuna Luncurkan Pangan Murah Rp11.600/Kg di Pulau Seluan

Sabtu, 02 Mei 2026 • 20:50:35 WIB
Natuna Luncurkan Pangan Murah Rp11.600/Kg di Pulau Seluan
Pemerintah Natuna dan Bulog meluncurkan program Pangan Murah di Pulau Seluan dengan harga beras Rp11.600/kg.

Natuna — Pemerintah Kabupaten Natuna dan Perum Bulog menjalankan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pulau Seluan, Kecamatan Seluan, untuk menjamin akses pangan terjangkau bagi masyarakat pulau penyangga. Program ini menyediakan beras medium dengan harga jauh lebih murah dari pasar lokal, dimulai sejak Sabtu lalu. Kolaborasi ini menjadi respons konkret terhadap disparitas harga yang signifikan akibat biaya distribusi logistik antar pulau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Natuna, Wan Syazali, mengungkapkan bahwa harga beras medium di Pulau Seluan mencapai Rp70.000 untuk kemasan lima kilogram. Melalui GPM, harga turun drastis menjadi Rp58.000 per kemasan yang sama, setara Rp11.600 per kilogram. Gula pasir juga disubsidi dari Rp20.000 menjadi Rp17.000 per kilogram, di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah sebesar Rp17.500/kg.

Logistik Kompleks untuk Pulau Penyangga

Distribusi barang kebutuhan pokok ke Pulau Seluan memerlukan jalur transportasi berlapis. Perum Bulog Cabang Natuna mengangkut 300 kilogram beras SPHP dari Gudang Ranai menggunakan kendaraan pick-up, kemudian dilanjutkan dengan perahu pompong menuju lokasi tujuan. Proses logistik yang rumit ini mencerminkan topografi kepulauan yang menjadi hambatan distribusi konvensional.

"Beras yang didistribusikan berasal dari Gudang Ranai dan diangkut melalui dua moda transportasi untuk sampai ke tangan warga," kata Pencius Siburian, Kepala Perum Bulog Cabang Natuna. Kompleksitas ini menyebabkan biaya transportasi tinggi, yang kemudian dibebankan pada harga jual retail di pasar lokal.

Sinergi Pemkab dan Bulog Cegah Inflasi Lokal

Perum Bulog menyuplai 300 kilogram beras, sementara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Natuna menyediakan 300 kilogram gula pasir. Pembagian peran yang jelas ini memaksimalkan dampak program terhadap stabilisasi harga. Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan bahwa GPM adalah komitmen pemerintah daerah untuk memastikan akses pangan merata dan adil.

Disparitas harga antara pasar Pulau Seluan dan harga yang diterapkan dalam GPM mencapai angka signifikan. Untuk beras, selisihnya mencapai Rp12.000 per lima kilogram. Melalui intervensi harga langsung ini, pemerintah berupaya melindungi daya beli rumah tangga dari tekanan inflasi yang dipicu oleh keterbatasan akses distribusi.

Jangkauan Pangan Terbatas, Momentum Berkelanjutan

Pasokan beras dan gula pasir dalam program ini terbatas pada stok 300 kilogram masing-masing. Kapasitas tersebut hanya mencukupi kebutuhan jangka pendek bagi warga Pulau Seluan. Keberlanjutan program GPM menjadi kunci untuk memastikan efek stabilisasi harga terus terasa di komunitas terpencil ini.

Kepala DKPP Natuna, Wan Syazali, menunjukkan komitmen dengan menyatakan bahwa kolaborasi dengan Bulog akan terus dijaga untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan stabil. Inisiatif semacam ini diperlukan mengingat kondisi geografis pulau penyangga membuat harga pangan cenderung lebih tinggi dibandingkan kawasan urban. Program ini menjadi model intervensi pasar yang mengatasi hambatan struktural distribusi logistik antar pulau.

Bagikan
Sumber: merdeka.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks