Selama konferensi panggilan hasil kuartalan fiskal Q2 2026 hari ini, CEO Apple Tim Cook menyatakan bahwa perusahaan sedang mengikuti "proses-proses yang telah ditetapkan" untuk mengajukan klaim pengembalian bea cukai yang dibayarkan berdasarkan kebijakan tarif yang Donald Trump umumkan tahun lalu dan baru-baru ini dinyatakan tidak konstitusional oleh Mahkamah Agung.
Keputusan Mahkamah Agung Membuka Peluang Pengembalian Dana
Dengan putusan 6-3, Mahkamah Agung menemukan bahwa International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tidak memberikan wewenang kepada presiden untuk memberlakukan tarif secara luas. Keputusan ini secara efektif membatalkan kebijakan dan membuka jalan bagi perusahaan untuk mendapatkan kembali dana yang telah mereka bayarkan.
Beberapa hari lalu, Donald Trump menyatakan bahwa dia akan "mengingat" perusahaan-perusahaan yang memilih tidak mengajukan klaim pengembalian, sambil mengkritik mereka yang melakukannya. Meskipun demikian, bisnis di berbagai industri kini sedang mengajukan klaim pengembalian atas bea cukai yang dikumpulkan berdasarkan kerangka kerja tersebut, yang jumlahnya dapat mencapai sekitar 166 miliar dolar.
Rencana Reinvestasi untuk Inovasi dan Manufaktur
Cook tidak mengungkapkan jumlah yang diharapkan Apple untuk pulihkan, namun mengkonfirmasi bahwa perusahaan sudah memiliki rencana untuk dana tersebut. Menurut pimpinan Apple, "Kami berencana untuk menginvestasikan kembali setiap jumlah yang kami terima ke dalam inovasi dan manufaktur canggih di Amerika Serikat. Investasi ini akan menjadi investasi baru dan akan di luar komitmen kami sebelumnya di AS."
Komitmen ini sejalan dengan program yang telah Apple luncurkan sebelumnya. Tahun lalu, Apple mengumumkan American Manufacturing Program (AMP), sebuah inisiatif untuk mengkonsolidasikan rencana investasi baru dan yang sudah ada dengan "komitmen 600 miliar dolar selama empat tahun untuk manufaktur dan inovasi di Amerika Serikat," menurut pernyataan perusahaan.
Sejak pengumuman tersebut, Apple telah memperluas inisiatifnya, termasuk pengumuman bulan lalu bahwa AMP telah menambahkan mitra-mitra baru seperti Bosch, Cirrus Logic, TDK, dan Qnity Electronics. Ekspansi ini menunjukkan komitmen serius Apple terhadap ekosistem manufaktur di Amerika Utara yang akan mempengaruhi rantai pasokan global, termasuk produk yang dijual di Indonesia.
Kinerja Kuartal yang Kuat Meski Tantangan Pasokan
Pernyataan Tim Cook disampaikan pada akhir sesi tanya jawab dalam konferensi panggilan hasil kuartal Apple, di mana perusahaan juga mengkonfirmasi bahwa kelangkaan desktop Mac diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa bulan ke depan.
Untuk kuartal Q2 2026, Apple melaporkan pendapatan sebesar 111,2 miliar dolar, meningkat 17 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan ketangguhan bisnis Apple meskipun menghadapi berbagai tantangan regulasi dan pasokan global.