ISTANBUL — Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan damai yang baru diteken kurang dari dua bulan lalu. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut "tentara teroris AS" melancarkan serangan pada Rabu dini hari. Sasaran serangan adalah sejumlah fasilitas pemantauan dan pengawasan di garis pantai selatan Iran.
Teheran menilai serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB. Pasal tersebut secara eksplisit melarang penggunaan kekerasan yang mengancam integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menuduh Washington melanggar pasal pertama nota kesepahaman yang ditandatangani pada 17 Juni lalu. Dalam dokumen itu, kedua belah pihak sepakat menghentikan seluruh operasi militer sebagai langkah awal menuju perjanjian perdamaian yang langgeng.
"Serangan ini merupakan pelanggaran langsung terhadap semangat dan isi perjanjian yang baru kami sepakati," demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Pernyataan keras Iran muncul hanya beberapa jam setelah ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah titik di pesisir selatan negara tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat.
Insiden ini berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. Perjanjian damai yang diteken pada pertengahan Juni lalu menjadi salah satu celah diplomatik paling signifikan antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Belum ada pernyataan dari Dewan Keamanan PBB mengenai langkah yang akan diambil menanggapi tuduhan ini.