KEPULAUAN RIAU — ITB kembali membuka peluang bagi akademisi untuk bergabung sebagai dosen tidak tetap. Rekrutmen ini mencakup formasi di sembilan fakultas dan sekolah, dengan kuota terbanyak berada di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEi) yang membutuhkan hingga 10 orang. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), serta Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) masing-masing membuka enam formasi.
ITB menetapkan batas usia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2026 bagi pelamar S2, dan 40 tahun bagi pelamar S3. Pelamar S2 wajib memiliki gelar magister dan sarjana di bidang relevan, dengan IPK minimal 3,00 untuk S1 dan 3,25 untuk S2. Sementara pelamar S3 hanya memerlukan gelar doktor di bidang relevan, dengan IPK minimal 3,00 untuk S1 dan 3,25 untuk S2. Pelamar yang akan lulus S3 paling lambat 1 Mei 2027 tetap bisa mendaftar dengan melampirkan surat pernyataan sesuai format panitia.
Selain ijazah, pelamar harus melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris berupa ELPT ITB minimal 77 atau TOEFL ITP minimal 475 yang diselenggarakan ITB. Sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) dari UUO PT Bappenas dengan skor minimal 475 juga wajib dilampirkan dan masih dalam masa berlaku saat pendaftaran. Pengalaman kerja di bidang relevan menjadi nilai tambah.
ITB mensyaratkan pelamar tidak sedang menjalani ikatan dinas di institusi negara atau swasta. Pelamar juga tidak boleh menjadi anggota atau pengurus partai politik, serta tidak terlibat politik praktis. Mereka yang lolos seleksi bersedia ditempatkan di seluruh multikampus ITB, yaitu Kampus Ganesha, Jatinangor, Cirebon, atau Jakarta.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi ITB. Masing-masing fakultas memiliki tautan kualifikasi tersendiri yang mencantumkan rincian bidang ilmu yang dibutuhkan. Pelamar disarankan membaca detail kualifikasi di tautan yang sesuai sebelum mengirimkan berkas. Pendaftaran ditutup pada 4 Agustus 2026.