Dispar Kepri Dorong Wisata Hijau di Pulau Penyengat Demi Gaet Wisman

Penulis: Binsar Gultom  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15:06 WIB
Peserta Gerakan Wisata Bersih menanam pohon produktif di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata mulai memperketat standar kebersihan dan kelestarian lingkungan di destinasi wisata sejarah. Langkah ini diwujudkan melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dipusatkan di kawasan Balai Adat serta pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Rabu (7/5/2026).

Aksi ini bukan sekadar gotong royong biasa. Para peserta melakukan penghijauan dengan menanam bibit pohon produktif dan pohon peneduh di titik-titik strategis. Selain itu, penyisiran sampah plastik dilakukan secara masif di sepanjang bibir pantai untuk memastikan wajah ikon budaya Melayu ini tetap terjaga di mata dunia.

Mengapa Pulau Penyengat Menjadi Prioritas?

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasari atas status Pulau Penyengat sebagai pusat peradaban Melayu. Keberadaan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat telah menjadi daya tarik internasional yang memerlukan dukungan lingkungan asri dan nyaman bagi pengunjung.

“Pulau Penyengat adalah ikon wisata sejarah dan budaya Melayu yang mendunia. Kita ingin memastikan para pengunjung datang tidak hanya untuk melihat Masjid Raya Sultan Riau, tetapi juga merasakan suasana lingkungan yang asri, bersih, sehat, dan nyaman. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Hasan.

Menurut Hasan, kualitas lingkungan menjadi variabel kunci dalam memperkuat citra Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan di Indonesia. Budaya sadar wisata harus dimulai dari tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan kawasan agar memiliki daya saing global.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Target 2 Juta Wisman

Kegiatan ini melibatkan partisipasi luas dari berbagai pihak. Selain Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tampak personel dari TNI/Polri, Basarnas, hingga keterlibatan aktif generasi muda dari SMP Negeri 4 Tanjungpinang dan mahasiswa Miftahul Ulum. Pelibatan pelajar bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memproyeksikan Gerakan Wisata Bersih ini sebagai fondasi untuk mencapai target dua juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Visi besarnya adalah menjadikan Kepri sebagai Green Tourism Destination utama di wilayah Barat Indonesia.

Program ini dipastikan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026 di berbagai titik prioritas lainnya. Setelah Pulau Penyengat, tim gabungan dijadwalkan akan menyasar kawasan Pantai Trikora dan area Gurindam 12 Tanjungpinang untuk memastikan standarisasi kebersihan wisata yang berkelanjutan.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: wartarakyat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top