Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memperingatkan potensi hujan dengan curah harian 20–50 mm/hari disertai petir dan angin kencang di lima kabupaten/kota Kepulauan Riau. Peringatan berlaku untuk Rabu, 30 September 2026 hingga Kamis, 1 Oktober 2026, namun kabut asap karhutla masih menyelimuti wilayah Kepri dan berpotensi mengganggu jarak pandang serta pernapasan.
BATAM — Peringatan dini BMKG menyasar Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Anambas. Hujan dengan akumulasi curah harian kategori sedang itu dapat disertai kilat dan angin kencang.
Pemicunya adalah pertemuan angin (konvergensi) di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Fenomena itu menumpuk massa udara dan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
Hujan Turun, Kabut Asap Karhutla Belum Hilang
Meski hujan diprakirakan turun, sebaran asap karhutla masih menjadi ancaman tersendiri. BMKG meminta warga waspada terhadap potensi asap yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan.
"Waspada potensi sebaran asap karhutla di wilayah Kepulauan Riau yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan," demikian peringatan BMKG yang dikutip di Batam, Rabu.
Peringatan ini penting bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara dan pekerja lapangan. Jarak pandang yang menurun meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Suhu 24–32 Derajat, Angin dari Empat Arah
Suhu udara di wilayah Kepulauan Riau berkisar 24 hingga 32 derajat Celsius. Kecepatan angin bervariasi antara 1 hingga 16 kilometer per jam.
Angin bertiup dari arah barat, barat laut, barat daya, dan utara. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa massa udara lembap masih terkonsentrasi di sekitar wilayah Kepri.
Secara umum, cuaca Kepri diprakirakan berawan hingga berpotensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Kondisi itu berlaku pada pagi hingga siang hari di sebagian besar wilayah.
Warga Diminta Siapkan Payung dan Masker
Kombinasi hujan dan kabut asap menuntut warga menyiapkan dua hal sekaligus: payung atau jas hujan, serta masker. Keduanya relevan untuk mobilitas harian di Batam dan kabupaten lain.
Bagi pengendara, jarak pandang terbatas saat hujan disertai asap menjadi risiko ganda. Penggunaan lampu utama dan menjaga jarak kendaraan menjadi langkah paling sederhana.
BMKG mengeluarkan peringatan dini ini sebagai bagian dari laporan cuaca harian. Warga diimbau memantau pembaruan informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.