TANJUNGPINANG — Karang Taruna Provinsi Kepulauan Riau menempatkan pemuda di kawasan perbatasan sebagai garda terdepan penjagaan nilai kebangsaan. Fachrul Z. Ahmad menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan yang berlangsung Selasa, 29 September 2026, dengan penekanan pada peran organisasi sosial kepemudaan dalam mewujudkan cita-cita negara.
Menurut Fachrul, Karang Taruna sebagai organisasi mitra pemerintah ikut membantu dan memerankan diri untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita negara. Pihaknya menyoroti sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagai landasan kegiatan yang dijalankan.
Bulan Bakti Karang Taruna Kepri Libatkan Pemda dan Instansi Vertikal
Implementasi nilai gotong royong dan keadilan sosial dijalankan Karang Taruna secara berkelanjutan. Salah satu wadahnya adalah Bulan Bakti Karang Taruna Kepri yang melibatkan pemerintah daerah, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat.
"Program Karang Taruna tidak bermomentum, tidak hanya pada hari-hari besar. Sepanjang tahun, Karang Taruna terus menetapkan berbagai agenda," ujar Fachrul.
Dalam kegiatan tersebut, warga diajak bergotong royong, termasuk melalui pengumpulan donasi beras untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pola ini menempatkan Karang Taruna sebagai penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan warga di tingkat kampung.
Hoaks hingga Perundungan Jadi Tantangan Pemuda Kepri
Arus digitalisasi membawa persoalan tersendiri bagi generasi muda di Kepri. Hoaks, intoleransi, dan perundungan di media sosial menjadi tiga tantangan yang disebut Fachrul perlu diantisipasi dengan literasi yang memadai.
Karang Taruna Kepri telah menggelar kegiatan bertema peran pemuda dalam bermedia sosial. Forum itu menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, serta unsur profesi terkait.
"Kami hanya mampu sampai pada menambah literasi terhadap unsur-unsur pemuda, bagaimana bermedia sosial hari ini harus bijak, harus paham, harus tahu," tuturnya.
Pemahaman soal etika dan regulasi bermedia sosial dinilai penting agar generasi muda lebih berhati-hati dalam membuat maupun menyebarkan konten di ruang digital. Langkah ini menjadi semacam rem sebelum konten tersebar luas ke grup percakapan warga.
Posisi Perbatasan Menuntut Pemuda Jaga NKRI dan Kembangkan Potensi Daerah
Kepri berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, kondisi yang membuat generasi mudanya memikul tanggung jawab ganda. Selain menjaga keutuhan NKRI, pemuda di wilayah ini dituntut mengembangkan potensi daerah.
"Tugas generasi muda tidak susah, hanya menjaga saja, walaupun menjaga itu tidak gampang, tetapi para pendiri bangsa sudah berikrar bahwa NKRI tetap harus utuh sampai kapan pun," kata Fachrul.
Ia mengimbau pemuda di Kepri terus berkarya dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Setiap karya dinilai berarti selama berdampak positif bagi masyarakat dan negara.
"Teruslah berkarya, apa pun yang kalian bisa lakukan, tidak mengenal besar atau kecilnya karya, tetapi hasil nyatanya kemudian bisa bermanfaat," ucapnya.
Sejumlah agenda pemberdayaan sosial, kemasyarakatan, dan kebudayaan Karang Taruna Kepri berjalan sepanjang tahun dengan melibatkan pemerintah daerah dan instansi vertikal di provinsi itu.