TANJUNGPINANG — Permintaan masker di Kota Tanjungpinang mulai melandai setelah sempat melonjak tajam pada awal pekan. Petugas Apotek Sakinah Jalan Pemuda, Rina, menyebut peningkatan pembelian terparah terjadi mulai Senin sore dan memuncak pada Selasa.
Transaksi pembelian masker di apotek tempatnya bekerja berangsur kembali normal sejak pertengahan pekan. Rina menilai penurunan tren itu terjadi karena kondisi cuaca Tanjungpinang mulai cerah serta tutupan asap menipis.
Lonjakan Terjadi Senin Sore hingga Selasa
Rina mengonfirmasi tren pembelian masker oleh masyarakat sempat melonjak tajam pada awal pekan. Peningkatan paling signifikan terjadi mulai Senin sore, lalu permintaan bertambah lagi pada Selasa.
"Peningkatan paling parah terjadi mulai hari Senin sore dan hari Selasanya permintaan lebih meningkat lagi," ujar Rina, Rabu (16/9/2026).
Setelah puncak permintaan itu, aktivitas jual beli masker di apotek kembali berjalan seperti biasa. Warga yang membeli tidak lagi menumpuk seperti dua hari sebelumnya.
Harga Satu Kotak Masker Tetap Rp25.000
Pihak apotek memastikan harga jual masker di pasaran tetap stabil. Tidak ada kenaikan harga meski sempat menghadapi lonjakan permintaan dari masyarakat.
"Kami tidak menaikkan harga. Satu kotak masker tetap kami jual seharga Rp25.000," tutur Rina menegaskan komitmen apotek.
Kebijakan harga itu berlaku selama fenomena kabut asap melanda wilayah Tanjungpinang. Pembeli tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan masker.
Masyarakat Umum Dominasi Pembelian
Rina menambahkan, kalangan masyarakat umum mendominasi transaksi pembelian masker selama kabut asap melanda Tanjungpinang. Kelompok pembeli ini menjadi penopang utama permintaan di apotek.
Kondisi cuaca yang mulai cerah membuat tutupan asap menipis. Penurunan permintaan masker pun mengikuti perbaikan kondisi udara di kota itu.