Microsoft mengumumkan perluasan fitur Advanced Shader Delivery (ASD) pekan ini, menandai langkah besar dalam upaya memberantas salah satu masalah paling menjengkelkan di PC gaming: stutter akibat kompilasi shader. Sejak diperkenalkan secara terbatas di perangkat genggam Asus ROG Ally tahun lalu, ASD kini keluar dari tahap beta dan tersedia untuk semua pengguna Windows dengan GPU AMD Radeon.
Fitur ini bekerja dengan cara memindahkan proses kompilasi shader dari perangkat lokal ke cloud. Alih-alih memaksa prosesor menghitung ulang shader setiap kali game dijalankan pertama kali atau setelah pembaruan driver, ASD mengunduh shader yang sudah dikompilasi saat instalasi game atau pembaruan driver. Microsoft mengklaim pendekatan ini mampu memangkas waktu muat awal Forza Horizon 6 hingga 95 persen.
Dari RDNA 3 hingga RDNA 1: Semua GPU AMD Radeon Kini Didukung
Dukungan ASD sebelumnya hanya terbatas pada GPU RDNA 3, RDNA 3.5, dan RDNA 4 yang diuji oleh program Xbox Insider pada Mei lalu. Kini cakupannya diperluas ke RDNA 2 dan RDNA 1, yang berarti semua GPU Radeon sejak seri RX 5000 yang dirilis pada 2019 bisa memanfaatkan fitur ini.
Pengguna cukup memperbarui driver ke AMD Adrenalin versi 26.6.1 atau lebih baru. Daftar game yang sudah mendukung ASD cukup panjang, termasuk Avowed, Call of Duty: Black Ops 6, Control, Forza Horizon 5, Grand Theft Auto V Enhanced, Microsoft Flight Simulator 2024, dan Silent Hill f.
Nvidia dan Intel Masih dalam Antrean, Steam Belum Tersentuh
Bagi pengguna Nvidia, kabar baiknya tidak datang secepat untuk pengguna AMD. Microsoft mengonfirmasi dukungan untuk GPU RTX baru akan tiba pada akhir tahun ini. Intel juga berjanji akan mengimplementasikan fitur serupa. Sebagai solusi sementara, aplikasi Nvidia versi beta saat ini memiliki fitur bernama Auto Shader Compilation yang menyimpan shader hasil kompilasi agar tidak hilang saat pembaruan driver — meski tetap tidak bisa menghindari proses kompilasi di awal.
Pertanyaan besar lainnya adalah kapan ASD akan mendukung platform game lain, terutama Steam yang mendominasi pasar PC. Saat ini ASD hanya berfungsi untuk game yang dimainkan melalui aplikasi Xbox. Menariknya, fitur ini terinspirasi dari pendekatan Steam Deck yang sejak awal mengandalkan shader pra-kompilasi berkat konfigurasi hardware yang seragam.
Untuk konteks, shader compilation stutter terjadi ketika game harus mengompilasi ribuan shader — program kecil yang mengatur pencahayaan, bayangan, dan efek visual — saat pertama kali dimuat. Proses ini bisa memakan waktu puluhan detik hingga menit, dan menyebabkan lonjakan lag yang mengganggu. Dengan ASD, Microsoft menawarkan solusi cloud yang elegan, setidaknya untuk ekosistem Xbox dan AMD.