BINTAN — Angka lowongan kerja yang tersedia di Job Fair Bintan 2026 naik 42 persen dibanding tahun lalu. Jika pada 2025 hanya ada 922 posisi, tahun ini perusahaan-perusahaan yang beroperasi di KEK Galang Batang membuka 1.309 lowongan. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, saat membuka acara di KEK Galang Batang, Jumat.
Unit Khusus bagi Penyandang Disabilitas Disediakan
Ronny mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada jumlah lowongan. Untuk pertama kalinya, unit layanan disabilitas ketenagakerjaan turut hadir dalam job fair tersebut. “Ini bentuk komitmen kami terhadap kesempatan kerja yang setara bagi seluruh masyarakat,” ujar Ronny dalam sambutannya.
Tingkat Pengangguran Bintan Terus Menurun
Data yang dipaparkan Ronny menunjukkan tren positif di sektor ketenagakerjaan Bintan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan dari 5,43 persen pada 2023 menjadi 4,53 persen pada 2024. Penempatan tenaga kerja juga melonjak drastis, dari 1.507 orang pada 2024 menjadi 3.673 orang pada 2025. “Kami ingin investasi yang tumbuh di Bintan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang berkualitas dan berdaya saing,” kata Ronny.
Lulusan SMK Listrik Incar Posisi Teknisi
Salah satu pencari kerja, Dimaz (20), datang ke job fair dengan target spesifik. Lulusan SMK jurusan listrik ini melamar posisi teknisi listrik di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). “Mudah-mudahan diterima, apalagi ini memang bidang saya,” ucapnya. Ratusan pencari kerja lainnya juga terlihat mengantre di sejumlah stan perusahaan seperti Bintan Cellular Indonesia dan PT Bintan Electrolytic Aluminium.
Kepala KEK: Sinergi Pemerintah dan Industri Kunci Utama
Kepala Administrator KEK Galang Batang, Vita Budhi Sulistyo, berharap kegiatan ini menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan tenaga kerja lokal yang kompeten. Menurutnya, job fair adalah wujud sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku industri. “KEK Galang Batang akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Vita.
Pemkab Dorong Peningkatan Kompetensi Digital dan Bahasa Asing
Ronny mengingatkan para pencari kerja untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama keterampilan digital dan penguasaan bahasa asing. Ia juga meminta perusahaan yang beroperasi di Bintan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri. “Kami akan terus memperkuat berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, memperluas kerja sama dengan dunia industri, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif,” pungkasnya.