Pencarian

Mitos Cas Baterai Motor Listrik Sampai 100 Persen Bisa Merusak, Ini Kata Ahli

Jumat, 05 Juni 2026 • 03:43:01 WIB
Mitos Cas Baterai Motor Listrik Sampai 100 Persen Bisa Merusak, Ini Kata Ahli
Baterai lithium motor listrik dilengkapi sistem proteksi otomatis yang mencegah overcharge.

KEPULAUAN RIAU — Kekhawatiran soal kebiasaan mengecas baterai motor listrik sampai 100 persen masih sering terdengar di kalangan pengguna. Banyak yang takut meninggalkan charger terhubung semalaman akan memicu overcharge dan membuat baterai kembung. Namun, Hernest, pemilik Bogor Battery Electric Motion (BEMo), menegaskan bahwa anggapan itu keliru untuk kendaraan listrik masa kini.

Baterai Lithium Punya Sistem Pengaman Otomatis

Hernest menjelaskan, motor listrik yang menggunakan baterai tipe lithium tidak akan mengalami kerusakan meski dicas hingga penuh. Komponen bernama Battery Management System (BMS) menjadi kunci utama keamanan tersebut.

"Kalau selama dia pakai baterai lithium, aman. Dia akan cut off otomatis (memutus arus sendiri). Sama seperti handphone sekarang, biar dicas seharian atau semalaman, arusnya akan putus kalau sudah penuh," ujar Hernest kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

BMS pada dasarnya adalah "otak" yang memantau dan mengatur kesehatan seluruh sel baterai. Ketika indikator sudah menunjukkan 100 persen, BMS langsung menghentikan aliran listrik yang masuk meskipun kabel adaptor masih menempel di stopkontak. Dengan begitu, risiko overcharge maupun undercharge bisa dihindari.

Baterai SLA Justru Berisiko Kembung Jika Dicas Semalaman

Meski aman untuk baterai lithium, Hernest memberikan catatan penting. Risiko kerusakan akibat pengisian hingga penuh bisa menjadi fakta jika motor listrik masih menggunakan baterai tipe SLA (Sealed Lead Acid).

Berbeda dengan lithium, baterai SLA bawaan pabrik umumnya belum dilengkapi sistem proteksi pintar seperti BMS. "Kalau di sistemnya SLA, baru itu terjadi (bisa rusak). Begitu sudah penuh dan tetap kita colok semalaman, baterai itu ibaratnya tetap disuapin terus. Akhirnya apa? Baterainya bisa kembung," jelas Hernest.

Tanpa pengaturan arus yang ketat, baterai SLA memiliki usia pakai yang jauh lebih pendek. "Baterai SLA itu umurnya pendek karena tidak diatur (oleh BMS). Kalau sudah dipakai setahun saja, itu sudah alhamdulillah," kata dia.

Kesimpulan untuk Pemilik Motor Listrik

Kesimpulannya, mengisi daya hingga 100 persen sangat aman dan direkomendasikan untuk motor listrik dengan baterai lithium. Namun, pengguna yang kendaraannya masih memakai baterai tipe SLA harus lebih waspada dan sebaiknya tidak meninggalkan charger terhubung semalaman.

Untuk mengetahui tipe baterai yang digunakan, pemilik bisa mengecek buku manual atau stiker yang menempel di bodi motor. Informasi ini penting agar kebiasaan mengecas tidak justru memperpendek umur baterai.

Bagikan
Sumber: otomotif.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks