KEPULAUAN RIAU — Menyembunyikan wajah anak dari media sosial jadi pilihan sejumlah artis Indonesia demi menjaga privasi buah hati. Dari Alyssa Daguise hingga Raisa, berikut alasan dan cara mereka melindungi wajah anak dari sorotan publik.
Keputusan selebritas untuk tidak membagikan wajah anak di media sosial bukan tanpa alasan. Mereka sadar jejak digital bisa membekas panjang, sementara komentar warganet tak selalu ramah.
Fenomena ini jadi pelajaran berharga bagi orang tua mana pun, termasuk ibu di rumah, soal batas antara berbagi momen dan melindungi anak.
Pasangan Alyssa Daguise dan Al Ghazali konsisten menutupi wajah putri mereka, Baby Soso, sejak kelahirannya. Keduanya tak pernah mengunggah wajah sang anak secara terbuka di media sosial.
Namun, privasi itu nyaris bocor saat wajah Baby Soso tanpa sengaja muncul dalam vlog Maia Estianty. Vlog tersebut kemudian dihapus, meski potongan videonya telanjur beredar luas.
Alyssa pun meminta bantuan warganet untuk memberi tahu jika menemukan konten yang kembali menyebarkan wajah putrinya.
Raisa dan Hamish Daud termasuk pasangan yang paling konsisten menjaga privasi putri mereka, Zalina Raine Wyllie. Sejak lahir, wajah Zalina nyaris tak pernah diperlihatkan ke publik.
Keduanya memilih membagikan momen keluarga tanpa mengekspos identitas visual anak. Langkah ini jadi contoh bagaimana orang tua bisa tetap aktif bersosial media tanpa mengorbankan privasi anak.
Ada beberapa alasan utama di balik keputusan ini. Pertama, wajah anak dianggap bagian dari hak privasi yang harus dilindungi sampai ia cukup umur untuk memutuskan sendiri.
Kedua, kekhawatiran terhadap komentar negatif warganet. Ketiga, dampak jejak digital yang bisa membekas saat anak tumbuh besar nanti.
Ibu tak perlu jadi artis untuk menerapkan prinsip serupa. Mulai dari hal sederhana seperti tidak mengunggah wajah anak di akun publik, atau membatasi siapa saja yang bisa melihat foto si kecil.
Kalau ingin tetap berbagi momen, pilih sudut yang tidak memperlihatkan wajah penuh, atau gunakan stiker penutup. Yang penting, keputusan ini dibicarakan dulu dengan pasangan.
Waspadai jika foto anak sudah tersebar tanpa izin, terutama di akun yang tak dikenal. Segera minta penghapusan ke platform terkait dan simpan bukti tangkapan layar.
Kalau anak sudah mulai besar, ajak ia bicara soal apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan ke publik. Ini melatihnya memahami batas privasi sejak dini.
Menjaga wajah anak dari publik bukan berarti menutup diri. Ini soal memilih dengan sadar apa yang layak dibagikan, dan apa yang sebaiknya cukup dinikmati keluarga sendiri.