Pemerintah Kota Batam menyalurkan pembiayaan Rp 2,735 miliar kepada 23 usaha mikro hingga pekan terakhir September 2026 melalui program dana bergulir Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Penyaluran itu berasal dari pagu anggaran Rp 11 miliar yang mencakup sisa lebih perhitungan anggaran dan perkiraan pengembalian pokok tahun ini. Tiga permohonan lain senilai Rp 325 juta masih menjalani verifikasi, sementara satu usaha mikro sudah ditolak.
BATAM — Kepala UPTD Dana Bergulir Diskum Kota Batam Zulfahri menyebut penyaluran per 25 September 2026 mencapai Rp 2,735 miliar untuk 23 usaha mikro. Pihaknya masih membuka ruang penyaluran bagi pelaku usaha yang lolos tahapan verifikasi.
Dari sejumlah permohonan yang masuk, baru satu yang ditolak. Penyebabnya riwayat pembayaran pinjaman pemohon kurang baik.
Zulfahri menjelaskan penilaian calon penerima dilakukan bertahap, dimulai dari pemeriksaan administrasi. "Setelah persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, proses dilanjutkan dengan penilaian kelayakan usaha dan jaminan," kata dia.
Rekam jejak pinjaman sebelumnya pada program dana bergulir turut dilihat. Jika catatannya buruk, permohonan bisa langsung ditolak.
"Yang pertama administrasi dulu. Riwayat pinjaman di kita juga bisa terlihat dan makanya jika kita lihat kurang bagus bisa kami tolak," ujarnya.
Pemohon yang berkasnya belum lengkap diberi kesempatan melengkapi persyaratan. Permohonan baru ditolak bila kelengkapan yang diminta tidak dipenuhi.
Program dana bergulir Pemkot Batam menyediakan plafon maksimal Rp 150 juta bagi usaha mikro dan Rp 300 juta bagi koperasi. Pembiayaan dikenakan bunga empat persen flat per tahun dengan tenor hingga lima tahun.
Zulfahri menyampaikan keterangan itu saat dihubungi di Batam, Senin.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 program serupa menyalurkan Rp 3,955 miliar kepada 35 usaha mikro dan satu koperasi hingga 31 Desember 2025. Capaian tahun lalu itu lebih besar dari realisasi tahun ini yang baru berjalan hingga September.
Tiga usaha mikro dengan nilai permohonan Rp 325 juta masih menunggu hasil verifikasi. Jika lolos, penyaluran tahun ini berpotensi mendekati angka tahun sebelumnya.