Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan mulai Senin (28/9) menyusul kualitas udara yang membaik pascakabut asap. Kebijakan ini sempat berganti-ganti dalam sebulan terakhir, dari belajar dari rumah ke tatap muka, lalu kembali ke rumah, dan kini tatap muka lagi. Jadwal aktivitas belajar tetap akan menyesuaikan laporan indeks kualitas udara dari pihak terkait.
NATUNA — Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Umar Wirahadi Kusuma menyatakan pembelajaran tatap muka dimulai kembali setelah laporan indeks kualitas udara menunjukkan kondisi kondusif dan membaik.
Umar menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi di Natuna. Menurut dia, pada pekan sebelumnya siswa mengikuti pembelajaran dari rumah akibat kabut asap yang menurunkan kualitas udara di wilayah tersebut.
Pemkab Natuna pertama kali menerapkan kebijakan pembelajaran dari rumah pada pekan terakhir Agustus 2026. Kebijakan itu sempat dihentikan seiring kualitas udara yang membaik.
Namun, kebijakan belajar dari rumah kembali diterapkan pada Senin (21/9) hingga Sabtu (26/9) karena kondisi udara kembali menurun. Pembelajaran dari rumah diterapkan untuk melindungi peserta didik dari paparan udara tidak sehat akibat kabut asap.
Selama penerapan belajar dari rumah, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya agar proses belajar mengajar berjalan baik. Perhatian utama diberikan pada kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik dan kependidikan.
"Jadwal aktivitas pembelajaran tatap muka tetap akan menyesuaikan laporan indeks kualitas udara dari pihak terkait," ujar Umar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna tidak menetapkan jadwal tetap untuk pembelajaran tatap muka. Penyesuaian dilakukan mengikuti perkembangan indeks kualitas udara yang dilaporkan pihak terkait.
Dengan kebijakan terbaru, siswa di satuan pendidikan di Natuna kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah mulai Senin (28/9). Orang tua dan tenaga pendidik diimbau memantau perkembangan kondisi udara agar proses belajar tetap aman.